Keutamaan Salat Dhuha

6
1194

BincangSyariah.Com – Dalam kitab Ihya Ulumiddin, Imam Al Ghazali memasukkan salat Dhuha sebagai bagian dari amalan sunah harian yang sangat dianjurkan untuk kita laksanakan. Jika kita melakukan salat Dhuha dengan rutin setiap hari, maka banyak faidah dan keutamaaan yang akan kita dapatkan.

Bahkan Nabi Saw. sendiri merutinkan melakukan salat Dhuha setiap hari hingga seakan merupakan sebuah kewajiban. Dalam sebuah sabdanya, Nabi Saw. menegaskan bahwa salat Dhuha bagi dirinya adalah wajib, sedangkan bagi umatnya adalah sunah. Disebutkan dalam sebuah hadis riwayat Imam Al Baihaqi dari Ibnu Abbas, dia berkata bahwa Nabi Saw. bersabda;

 ثَلاثٌ هُنَّ عَلَيَّ فَرَائِضُ وَهُنَّ لَكُمْ تَطَوُّعٌ : النَّحْرُ ، وَالْوِتْرُ ، وَرَكْعَتَا الضُّحَى

Tiga hal bagiku dan bagi kalian sunah, yaitu berkurban, salat Witir dan dua rakaat salat Dhuha.”

Meski salat Dhuha bagi kita adalah sunah, tetapi sebagai umat Nabi Saw. seharusnya kita berusaha untuk melakukan salat Dhuha secara rutin setiap hari sebagimana Nabi Saw. Di antara faidah dan keutamaan melakukan salat Dhuha secara rutin setiap hari ialah sebagai beriktut.

Membawa kecukupan sepanjang hari

Dalam hadis qudsi riwayat Imam Abu Daud disebutkan bahwa melakukan salat Dhuha empat rakaat di awal pagi hari, maka Allah akan memberikan kecukupan sampai pada akhir hari tersebut. Nabi Saw. bersabda;

يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تُعْجِزْنِى مِنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ فِى أَوَّلِ نَهَارِكَ أَكْفِكَ آخِرَهُ

Allah Azza Wa Jalla berfirman, “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.”

Bernilai sedekah

Disebutkan dalam hadis riwayat Imam Muslim, Nabi Saw. bersabda;

Baca Juga :  Saat Berada di Zona Merah Wabah, Shalat di Rumah Lebih Utama, Mengapa?

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى

“Setiap pagi, setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, dan melarang berbuat munkar adalah sedekah. Semua itu dapat diganti dengan salat Dhuha dua rakaat.”

Dinilai sebagai orang yang selalu beribadah kepada Allah

Dalam sebuah hadis riwayat Imam Ibnu Khuzaimah disebutkan bahwa orang yang selalu merutinkan salat Dhuha setiap dicatat sebagai orang awabin, yaitu orang yang selalu kembali kepada Allah. Nabi Saw. bersabada;

لا يحافظ على صلاة الضحى إلا أواب وهي صلاة الأوابين

Tidaklah menjaga salat sunah Dhuha melainkan awab (orang yang kembali taat kepada Allah). Inilah shalat awabin.

Selain tiga faedah dan keutamaan di atas, masih terdapat faidah dan keutamaan lain yang akan didapatkan bagi siapa saja yang merutinkan melakukan salat Dhuha setiap hari, sebagaimana banyak disebutkan dalam hadis Nabi Saw. Ketika salat Dhuha, Nabi Saw. melakukannya dengan cepat dengan tetap menyempurnakan rukuk dan sujud.

 

6 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here