Keutamaan Membaca Surah Al-Mukminun; Tenang Saat Malaikat Maut Datang

0
1894

BincangSyariah.Com – Surah Al-Mukminun merupakan surah ke-23 (dua puluh tiga) dalam Al-Quran. Surah ini terdiri dari 118 (seratus delapan belas) ayat, dan termasuk golongan surah Makkiyah. Surah ini diawali dengan ayat yang menjelaskan mengenai sifat-sifat orang-orang mukmin.

Sebagaimana surah-surah dalam Al-Quran, surah Al-Mukminun memiliki keistimewaan khusus dan keutamaan tersendiri. Berdasarkan riwayat yang disebutkan oleh Muhammad bin Abdul Wahid Al-Ghafiqi dalam kitab Lamahatul Anwar wa Nafahatul Azhar, setidaknya ada dua keutamaan dan keistimewaan membaca surah Al-Mukminun.

Pertama, jika seseorang membaca surah Al-Mukminun, maka dia akan mendapatkan kabar baik dari malaikat dan dia akan mendapatkan ketenangan saat didatangi malaikat maut. Ini sebagaimana disebutkan dalam riwayat berikut;

عن ابي قال: قال لي النبي صلى الله عليه وسلم من قرأ سورة المؤمنون بشرته الملائكة بالروح والريحان وما  يقر عينه عند نزول ملك الموت به

Dari Ubay, dia berkata bahwa Nabi Saw pernah berkata kepadaku; Barangsiapa membaca surah Al-Mukminun, maka malaikat akan memberikan kegembiraan padanya dengan ketenteraman rizeki dan surga kenikmatan, dan dia akan mendapatkan ketenangan ketika datang malaikat maut padanya.

Kedua, membaca sepuluh ayat pertama dari surah Al-Mukminun kemudian mengamalkan kandungannya, maka dia akan masuk surga. Ini berdasarkan hadis riwayat Imam Al-Tirmidzi dari Abdurrahman bin Abdul Qari, dia berkata;

سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أُنْزِلَ عَلَيْهِ الْوَحْيُ سُمِعَ عِنْدَ وَجْهِهِ كَدَوِيِّ النَّحْلِ فَأُنْزِلَ عَلَيْهِ يَوْمًا فَمَكَثْنَا سَاعَةً فَسُرِّيَ عَنْهُ فَاسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ وَرَفَعَ يَدَيْهِ وَقَالَ اللَّهُمَّ زِدْنَا وَلَا تَنْقُصْنَا وَأَكْرِمْنَا وَلَا تُهِنَّا وَأَعْطِنَا وَلَا تَحْرِمْنَا وَآثِرْنَا وَلَا تُؤْثِرْ عَلَيْنَا وَارْضِنَا وَارْضَ عَنَّا ثُمَّ قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُنْزِلَ عَلَيَّ عَشْرُ آيَاتٍ مَنْ أَقَامَهُنَّ دَخَلَ الْجَنَّةَ ثُمَّ قَرَأَ قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُون حَتَّى خَتَمَ عَشْرَ آيَاتٍ

Baca Juga :  Hukum Makan dan Minum Sebelum Mandi Besar

Aku mendengar Umar bin Al-Khaththab berkata; Bila turun wahyu kepada Nabi Saw, didekat wajah beliau terdengar seperti dengungan lebah. Pada suatu hari, turun wahyu kepada beliau, kami diam sejenak, beliau terlihat gembira lalu menghadap kiblat dan berdoa;

Ya Allah, tambahilah kami dan jangan kurangi kami, muliakan kami dan jangan hinakan kami, berilah kami dan jangan cegah kami, kedepankan kami dan jangan kesampingkan kami, ridhailah kami dan ridhailah perbuatan-perbuatan kami. Setelah itu, Nabi Saw bersabda; Sepuluh ayat diturunkan padaku, barangsiapa menunaikannya akan masuk surga. Beliau membaca ‘Qod aflahal mu’minunn’ hingga merampungkan sepuluh ayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here