Keutamaan Memandikan Jenazah dalam Islam

0
26

BincangSyariah.Com – Dalam kitab-kitab fiqih disebutkan bahwa di antara kewajiban yang harus kita lakukan terhadap jenazah adalah memandikannya. Sebelum jenazah dibungkus, dishalati dan dikuburkan, ia wajib dimandikan terlebih dahulu.

Di antara dalil yang dijadikan dasar kewajiban memandikan jenazah ini adalah hadis riwayat Imam Al-Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Abbas, dia berkata;

بينَا رجلٌ واقفٌ مع النبيِّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ بعَرَفَةَ ، إذْ وَقَعَ عن راحلتِهِ فَوَقَصَتْهُ ، أو قال فأَقْعَصَتْهُ ، فقالَ النبيُّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ : اغْسِلوهُ بماءٍ وسِدْرٍ ، وكَفِّنُوهُ في ثَوْبَيْنِ ، أو قالَ : ثَوْبَيْهِ ، ولا تُحَنِّطُوهُ ، ولا تُخَمِّروا رأسَهُ ، فإنَّ اللهَ يبْعَثُهُ يومَ القيامةِ يُلَبِّي

Ada seorang lelaki yang sedang wukuf di Arafah bersama Nabi Saw. Tiba-tiba ia terjatuh dari hewan tunggangannya lalu meninggal. Maka Nabi Saw bersabda: Mandikanlah ia dengan air dan daun bidara. Dan kafanilah dia dengan dua lapis kain, jangan beri minyak wangi dan jangan tutup kepalanya. Karena Allah akan membangkitkannya di hari kiamat dalam keadaan bertalbiyah.

Adapun keutamaan bagi orang yang memandikan jenazah adalah ia akan mendapatkan ampunan dari Allah. Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Al-Thabrani, dari Abu Rafi’, pembantu Rasulullah Saw, dia berkata bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda:

مَنْ غَسَّلَ مُسْلِمًا فَكَتَمَ عَلَيْهِ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ أَرْبَعِينَ مَرَّةً ، وَمَنْ حَفَرَ لَهُ فَأَجَنَّهُ أُجْرِىَ عَلَيْهِ كَأَجْرِ مَسْكَنٍ أَسْكَنَهُ إِيَّاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ ، وَمَنْ كَفَنَّهُ كَسَاهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ سُنْدُسِ وَإِسْتَبْرَقِ الْجَنَّةِ

Barangsiapa yang memandikan jenazah seorang muslim kemudian menyembunyikan (aibnya), maka Allah akan mengampuninya sebanyak empat puluh kali. Barangsiapa yang menggalikan kubur untuknya, kemudian menguburkannya, maka akan dialirkan pahala padanya seperti pahala memberikan tempat tinggal hingga hari kiamat. Barangsiapa yang mengafaninya, maka Allah akan memberikan pakaian untuknya pada hari kiamat dengan pakaian sundus (pakaian dari kain sutra tipis)  dan istabraq (pakaian sutera tebal) dari surga. Itulah di antara keutamaan memandikan jenazah.

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here