Keutamaan Berzikir kepada Allah

0
418

BincangSyariah.Com – Mengingat Allah, zikrullah, adalah sandang-pakaian utama bagi umat Islam. Tanpa menyemayamkan kalimat Tuhan di dalam sanubari, seorang Muslim dinilai kurang maksimal menjalankan keislamannya.

Menyoal anjuran zikir kepada Allah, ditegaskan oleh Allah melalui firmanNya,

Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah dengan mengingat (namaNya) sebanyak-banyaknya.”  (Al-Ahzab : 152)

Manakala kita memperhatikan khatib Jumat menutup khutbahnya, maka akan kita dengar secara saksama bunyi ayat, “Dan sesungguhnya zikir kepada Allah adalah suatu hal yang besar.” (Ankabut: 45).

Dan banyak dalil-dalil lain yang menegaskan arti penting zikir kepada Allah. Di balik suatu yang penting tentu terdapat hikmah yang penting pula. Berikut kami uraikan beberapa hikmah yang bisa kita petik dari aktivitas berzikir mengingat Allah Swt.

Pertama, dengan berzikir kepada Allah Swt. maka Allah Swt. akan mengingat kita.  Allah menegaskan dalam perkataanNya,

Maka ingatlah kepadaKu, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepadaKu dan janganlah kamu ingkar kepadaKu. (Al-Baqarah: 152).

Mengingat Allah bukan hanya ketika susah saja, ketika dilingkupi kebahagiaan pun kita wajib berzikir mengingatNya. Insyaflah sebisa-bisanya bahwa semua yang diberikan oleh Allah kepada kita berupa nikmat yang kadarnya tak terjumlahkan itu merupakan satu pecutan agar kita selalu mengingat dan mengagungkan asmaNya.

Kedua, berzikir mampu menenangkan hati. Dikawani oleh beragam permasalahan dan hiruk-pikuk kesibukan beraktivitas, apalagi ditambah dengan hingar-bingarnya dunia maya yang kita semua pasti terlibat di dalamnya, manusia adalah makhluk yang rentan mengidap kegalauan.

Beragam macam teknik pengobatan dilakukan untuk mencapai kesentosaan berpikir dan kecakapan mengolah perasaan, salah satu kiat terbaik yang ditawarkan oleh Islam adalah dengan berzikir kepada Allah.

Allah menegaskan,

Baca Juga :  Keutamaan Berpuasa pada Sepuluh Hari Pertama Zulhijjah

“(yaitu) Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (Ar-Ra’d: 28).

Berzikir mengingatNya berarti menyerahkan semua kuasa hasil kerja dan pikir kita kepada-Nya. Manusia berusaha, tapi Tuhanlah yang memutuskan hasil usaha tersebut. Dengan berkeyakinan seperti itu, kita jauh dari syak wasangka buruk kepada Allah, dan kita senantiasa legowo atas apa yang tidak bisa kita raih. Bukan karena kita tidak berusaha, tapi karena melalui suratan takdirNya mengarahkan kita kepada hal yang lebih istimewa.

Ketiga, berzikir menjauhkan diri dari setan. Manusia memiliki hati yang sering berbolak-balik keadaannya. Kadang sehat, kadang sakit. Kadang beriman, kadang tidak. Dan karena itu ia dinamai kalbu, sesuatu yang mudah berbolak-balik, diserap dari akar kata qolaba-yaqlibu, “membalikkan sesuatu”.

Allah menegaskan dalam surat Az-Zukhruf ayat 36 :

Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Alquran), kami adakan baginya setan (yang menyesatkan) maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.

Hati ibaratnya rumah dan zikir pelitanya. Rumah yang tidak diberi penerangan akan diliputi kegelapan. Demikian jika kita mengkonsistensikan zikir melalui lisan dan kalbu, kita tak ubahnya menyalakan pelita yang bisa menerangi rumah yang kita tinggali.

Keempat, berzikir menurunkan rahmat. Dalam riwayat Muslim, Nabi saw. bersabda, “Tidaklah seseorang duduk kemudian ia berzikir mengingat Allah kecuali ia akan dikelilingi malaikat, didatangi rahmat, diturunkan padanya ketenangan, dan dibangga-banggakan di hadapan makhluk-makhluk di sisiNya (malaikat-malaikat).” (H.R. Muslim)

Hadis ini menekankan keutamaan berzikir dengan berlipat-lipat. Rasulullah saw. secara tegas menyebutkan penganugerahan dikelilingi malaikat, didatangi rahmat, serta ditanamkan dalam jiwa berupa ketenangan bagi mereka yang berzikir kepada Allah Swt. Bukan hanya itu, Allah pun tak segan menyebut golongan orang-orang yang gemar berzikir dan membangga-banggakannya di hadapan para malaikat.

Baca Juga :  Baca Tujuh Zikir Ini Setiap Hari, Anda Dapat Keberkahan Berlimpah

Berzikir tidak mesti menggunakan amalan-amalan yang memberatkan. Asal dilakukan secara konsisten dan khidmat, zikir-zikir ringan pun bisa kita lakukan untuk memperbanyak pahala kita. Dalam hal ini terdapat zikir ringan yang ditegaskan oleh Rasulullah saw. dalam sabdanya, yakni membaca zikir :

سبحان الله و بحمده سبحان الله العظيم

Rasulullah saw. bersabda :

عن أبي هريرة – رضي الله عنه – قال: قال رسول الله – صلى الله عليه وسلم -: ((كلمتان خفيفتان على اللسان، ثقيلتان في الميزان، حبيبتان إلى الرحمن: سبحان الله وبحمده، سبحان الله العظيم))؛ متفق عليه

“Dua kalimat yang ringan di lisan, berat di timbangan, dan dicintai oleh ar-Rahman “Subhanallahu wa Bihamdihi Subahanallahil Azhiem.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Wallahu A’lam.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here