Keutamaan Bersalaman Ketika Saling Jumpa

0
1503

BincangSyariah.Com – Ada beberapa hipotesis yang bisa menjelaskan perihal perilaku misterius semut yang terlihat bersalaman saat berpapasan. Teori paling populer adalah tentang bagaimana mereka saling menyapa satu dengan lain seperti halnya manusia. Semut hidup, berkembang, dan menjalankan seluruh kegiatan bersama dengan teman dekat yang menjadi koloni mereka. Maka tak heran jika sifat sosial yang mereka miliki sangat kuat, hal itu terlihat ketika mereka saling menyentuh setiap ada semut yang berjalan berlawanan arah.

Begitupun dengan manusia, Bersalaman merupakan salah satu kebiasaaan orang yang santun, terlebih ketika saling jumpa di suatu tempat.  Kebiasaan santun ini terkadang dianggap biasa, karena mudah dilakukan. Namun di dalam kebiasaan tersebut, ada sebuah keutamaan yang Allah berikan. Dalam riwayat hadis Abu Daud, Rasulullah bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلاَّ غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقَا

Tidaklah dua orang muslim saling bertemu kemudian berjabat tangan, kecuali akan diampuni (dosa-dosa) mereka berdua sebelum mereka berpisah.

Bersalaman ketika saling jumpa itu bukan sekedar menggerakkan tangan tanpa makna, melainkan bentuk tindakan yang berlandaskan kecintaan kepada Allah serta keimanan yang kokoh. Bersalaman yang disertai suara hati bahwa ia mencintai Allah dan juga memberikan mimik wajah terbaik ketika jumpa bisa dijadikan media untuk memperat persaudaraan, menambah kecintaan, serta menggugurkan dosa dan kesalahan.

Secara Ilmiah terdapat beberapa manfaat bersalaman, seperti yang disebutkan dalam laporan yang dimuat dalam ‘Journal of Cognitive Neuroscience.’ Para peneliti mencoba menukan jawaban tentang  pengaruh yang terjadi pada koneksi saraf akibat bersalaman. Dan ternyata hasilnya ketika kita bersalaman otak akan memproduksi hormon kebahagian atau endorfin yg memberikan rasa bahagia ketika bertemu dan berjabat tangan dengan orang lain.

Baca Juga :  Hukum Memakan Daging yang disembelih Tanpa Menyebut Nama Allah

Florin Dolcos dari Beckman Institute juga menemukan bahwa berjabat tangan sebelum melakukan interaksi sosial akan meningkatkan dampak positif sekaligus mengurangi dampak negatif dalam pergaulan. Menurutnya, seringkali terjadi kesalahan dalam interaksi sosial kita. Dengan berjabat tangan ,maka  kita dapat meredam dampak negatif dari kesalahpahaman yang mungkin terjadi.dan mampu meredam permasalahan dan memulihkan situasi psikologis antar person.

Anjuran Rasulullah dalam hadis riwayat Abu Daud di atas memang masih relevan sepanjang zaman. Kebiasaan tersebut sudah dilakukan sejak jaman para sahabat Rasulullah. Bahkan bersalaman merupakan adab mulia para sahabat beliau yang dilakukan sesama mereka ketika mereka saling jumpa

عَنْ قَتَادَةَ قَالَ قُلْتُ لِأَنَسٍ أَكَانَتْ الْمُصَافَحَةُ فِي أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ نَعَمْ

Dari Qatâdah Radhiyallahu anhu ia berkata, “Saya bertanya kepada Anas (bin Mâlik) Radhiyallahu anhu , ‘Apakah berjabat tangan dilakukan dikalangan para shahabat Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam ?’ Beliau Radhiyallahu anhu menjawab, ‘Ya’ (HR Bukhori)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here