Ketika Tawaf, Lebih Baik Membaca Dzikir Atau Al-Quran?

0
7

BincangSyariah.Com – Di antara rukun haji dan umrah adalah melakukan tawaf dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali. Dalam pelaksanaannya, terdapat sebagian orang yang melakukan tawaf sambil membaca Al-Quran dan ada lagi yang hanya cukup membaca dzikir dan berdoa. Ketika tawaf, mana yang lebih baik antara membaca dzikir dan membaca Al-Quran?

Semua ulama sepakat bahwa membaca Al-Quran ketika melakukan tawaf hukumnya diperbolehkan. Baik ulama dari kalangan Hanafiyah, Malikiyah, Syafiiyah dan Hanafiyah mengatakan bahwa membaca Al-Quran hukumnya boleh dengan catatan harus dengan suara pelan agar tidak mengganggu orang lain yang berada di dekatnya.

Hanya saja, meski mereka sepakat mengenai kebolehan membaca Al-Quran, namun mereka berbeda pendapat mengenai mana yang lebih utama antara membaca Al-Quran dengan berdoa dan membaca dzikir. Menurut ulama Hanafiyah dan Malikiyah, lebih baik membaca dzikir dibanding membaca Al-Quran ketika seseorang melaksanakan tawaf.

Hal ini karena Rasulullah Saw ketika melaksanakan tawaf, beliau hanya membaca dzikir, bukan membaca Al-Quran. Sementara mengikuti petunjuk Rasulullah Saw merupakan perbuatan yang paling utama.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ مِنْ غَيْرِ رَفْعِ صَوْتٍ عِنْدَ الْمَالِكِيَّةِ وَالشَّافِعِيَّةِ وَالْحَنَابِلَةِ وَعِنْدَ الْحَنَفِيَّةِ تَجُوزُ قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ، وَالذِّكْرُ أَفْضَل عِنْدَ الْحَنَفِيَّةِ وَالْمَالِكِيَّةِ..اسْتَدَل الْحَنَفِيَّةُ بِأَنَّ هَدْيَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هُوَ الأْفْضَل، وَلَمْ يَثْبُتْ عَنْهُ فِي الطَّوَافِ قِرَاءَةُ قُرْآنٍ، بَل الذِّكْرُ، وَهُوَ الْمُتَوَارَثُ مِنَ السَّلَفِ وَالْمُجْمَعُ عَلَيْهِ فَكَانَ أَوْلَى

(Boleh) membaca Al-Quran tanpa mengeraskan suara menurut ulama Malikiyah, Syafiiyah, dan Hanabilah. Dan menurut ulama Hanafiyah, boleh membaca Al-Quran, hanya saja membaca dzikir lebih utama menurut ulama Hanafiyah dan Malikiyah. Ulama Hanafiyah berdalil bahwa petunjuk Nabi Saw adalah lebih utama, dan tidak ada riwayat yang menyebutkan bahwa beliau pernah membaca Al-Quran saat tawaf, yang ada beliau membaca dzikir, dan juga itu yang diwariskan dari ulama salah dan telah disepakati. Sebab itu, dzikir lebih utama.

Sementara menurut ulama Syafiiyah, membaca dzikir yang ma’tsur dari Rasulullah Saw lebih utama dibanding membaca Al-Quran. Namun jika dibanding dengan dzikir yang tidak ma’tsur dari Rasulullah Saw, maka membaca Al-Quran adalah lebih utama.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

أَمَّا الشَّافِعِيَّةُ فَقَالُوا: مَأْثُورُ الدُّعَاءِ أَفْضَل مِنَ الْقِرَاءَةِ، وَهِيَ أَفْضَل مِنْ غَيْرِ مَأْثُورِهِ

Ulama Syafiiyah berkata: Membaca doa yang ma’tsur adalah lebih utama dibanding membaca Al-Quran, dan membaca Al-Quran lebih utama dibanding membaca doa yang tidak ma’tsur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here