Kesunahan Menghidupkan Malam Hari Raya Idul Fitri

0
1145

BincangSyariah.Com – Para ulama sepakat menganjurkan untuk menghidupkan malam hari raya – baik Idul Fitri ataupun Idul adha – dengan membaca zikir, shalat atau ibadah lainnya.

Umar bin Abdul Aziz pernah berkirim surat kepada gubernur Basrah, yang isinya perintah agar menghidupkan 4 malam setiap tahunnya, yaitu awal malam bulan rajab, malam nisfu sya’ban, malam idul fitri, dan malam idul Adha. Menurutnya, pada malam-malam tersebut Allah Swt mencurahkan rahmat-Nya dengan begitu sempurna.

Imam Syafi’i mengatakan doa akan diijabah pada 5 malam utama, yaitu malam jum’at, malam idul fitr dan idul adha, malam awal bulan rajab, dan malam nisfu Sya’ban.

Imam Abu al-Qasim al-Ashbahani dalam kitab at-Targhib wa at-Tarhib meriwayatkan hadis dari sahabat Mu’adz Bin Jabal ra bahwa Nabi saw mengatakan orang yang menghidupkan 5 malam tertentu dengan beragam ibadah, maka ia mesti mendapatkan surga. Yaitu, malam tarwiyah, malam arafah, malam idul adha, malam idul fitr, dan malam nisfu sya’ban.

Imam Ibnu Majah dalam kitab Sunan Ibn Majah meriwayatkan dari sahabat Abu Umamah, bahwa Nabi Saw bersabda mengenai orang yang menghidupkan dua malam hari raya, yaitu Idul Adha dan idul Fitri, maka hatinya akan terus hidup ketika hati manusia mulai mati dan tak berfungsi.

Hadis-hadis tersebut walaupun kualitasnya dhaif/lemah, tapi masih diperkenankan dipraktikan sebagai bagian dari keutamaan beribadah (Fadha’il al-A’mal).

Menurut Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar an-Nawawiyah, menghidupkan malam malam tersebut dengan cara memfungsikan mayoritas waktu malam untuk ibadah. Walaupun, menurut ulama lain, bisa hanya dengan beberapa saat saja dari waktu malam tersebut. Syekh Muhammad bin Abdul Hadi as-Sindi mengatakan cukup menghidupkan malam hari raya itu dengan melaksanakan shalat tahajud.

Baca Juga :  Anggota tubuh yang Wajib Menempel di Bumi saat Sujud

Wallahu A’lam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here