Kerabat Enggan Menjalin Tali Silaturahim, Apa yang Harus Kita Lakukan?

0
506

BincangSyariah.Com – Silaturahim merupakan amalan mulia dalam islam, beberapa nash Alquran atau pun hadis banyak menyinggung akan kewajiban menyambung silaturahmi dan keharaman untuk memutuskannya. Dalam sebuah hadis dikatakan

أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: لا يدخل الجنة قاطع. رواه البخاري ومسلم

Sesungguhnya Nabi bersabda tidak akan masuk surga orang yang memutus silaturahim. (HR. Bukhari & Muslim)

Kita bahkan dianjurkan tetap berusaha menjalin silaturahim meski kerabat, teman, tetangga tersebut enggan melakukannya. Sebab pada hakikatnya silaturahim adalah menyambung hubungan yang terputus bukan membiarkannya. Dalam sebuah hadis Nabi menasehati seorang lelaki yang mengalami hal serupa.

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : أن رجلا قال يا رسول الله ، إن لي قرابة أصلهم ويقطعونني ، وأحسن إليهم ويسيئون إلي ، وأحلمعنهم ويجهلون علي ، فقال : لئن كنت كما قلت كأنما تسفهم المل ، ولا يزال معك من الله ظهير عليهم ما دمت على ذلك . رواه مسلم .

Dari Abu Hurairah ra. Bahwa seorang berkata kepada rasulullah SAW: “Sesungguhnya aku mempunyai kerabat, aku selalu menyambung hubungan baik dengan mereka tetapi mereka selalu memutuskannya, aku berbuat baik akan tetapi mereka membalasnya dengan keburukan, aku berlaku bijak akan tetapi mereka berlaku bodoh. Rasulullah SAW kemudian bersabda: Bila keadaannya seperti yang engkau katakan, mereka itu seperti meminum abu yang panas, dan senantiasa Allah akan memberikan pertolongan kepadamu selama kamu dalam keadaan demikian itu. ( HR Imam Muslim)

Dalam Syarh al-Syifa, Qadhi Iyadh berkata, bahwa menyambung tali silaturahmi yang paling sederhana adalah dengan menurutkan salam. Akan tetapi barang siapa yang bisa melakukan lebih dari itu maka lakukanlah. Menurutnya, silaturahmi memiliki tingkatan tergantung kemampuan seseorang dalam melakukannya. Ia berkata

Baca Juga :  Dalil Shalat Lima Waktu dalam Al-Qur'an dan Hadis

وصلة الأرحام درجات بعضها أفضل من بعض، وأدناها ترك المهاجرة وصلتها بالكلام ولو بالسلام ويختلف ذلك باختلاف القدرة والحاجة، فمنها واجب ومنها مستحب فلو وصل بعض الصلة ولم يصل غايتها لم يسم قاطعاً، ولو قصر عما يقدر عليه وينبغي له لم يُسَمَّ واصلا. انتهى

“Silaturahmi memiliki beberapa derajat yang mana sebagian darinya lebih utama dilakukan daripada sebagian lainnya. Yang paling sederhana adalah menghindari diam-diaman dan menyambungnya dengan perkataan sekalipun hanya salam. Silaturahmi bermacam-macam tergantung dengan kemampuan dan kebutuhan, ada yang wajib dan ada pula yang sunah.

Jika ia hanya menyambung tali silaturahmi tapi tidak bisa maksimal maka itu tidak bisa dikatakan memutuskan silaturahmi akan tetapi barang siapa yang melakukan silaturahmi sekedarnya saja padahal ia mampu lebih dari itu maka ia tidak bisa dikatakan menyambung tali silaturahmi.”

Wallahu’alam.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here