Keluar Mani Saat Puasa Sunnah, Apakah Puasa Batal?

0
12

BincangSyariah.Com – Sudah maklum bahwa keluar mani saat melakukan puasa wajib seperti puasa Ramadhan, jika keluar mani tersebut disengaja, maka puasanya batal. Namun bagaimana jika keluar mani saat melakukan puasa sunnah, apakah puasa batal?

Jika keluar mani saat puasa sunnah, dan keluar mani tersebut disengaja dan dalam keadaan terjaga dan sadar, maka hukum puasanya batal. Dalam masalah ini antara puasa wajib dan puasa sunnah tidak ada perbedaan, yaitu sama-sama batal jika keluar mani dengan disengaja.

Yang dimaksud disengaja di sini adalah seperti keluarnya mani karena onani, baik melalui tangan diri sendiri atau melalui tangan orang lain, baik tangan istri atau orang lain. Ini sebagaimana disebutkan oleh  Abu Bakar Syatha dalam kitab I’anatut Thalibin berikut,

ويفطر باستمناء وهو استخراج المني بغير جماع حراما كان كإخراجه بيده أو مباحا كإخراجه بيد حليلته أو بلمس لما ينقض لمسه بلا حائل

Puasa itu batal sebab melakukan onani, yaitu upaya mengeluarkan mani tanpa melalui jimak atau hubungan intim, baik onani yang haram, seperti mengeluarkan mani dengan cara menggerakkan kemaluan dengan tangannya sendiri, atau onani yang mubah, seperti meminta tolong istri melakukan onani dengan tangannya, atau menyentuh kulit seseorang yang membatalkan wudhu bila persentuhannya tanpa penghalang.

Adapun jika tidak disengaja, seperti keluar mani dalam keadaan tidur atau biasa disebut dengan mimpi basah, maka puasa tidak batal. Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Fath al-Qarib berikut;

والسادس الإنزال وهو خروج المني عن مباشرة بلا جماع محرماً كان كإخراجه بيده أو غير محرم كإخراجه بيد زوجته أو جاريته واحترز بمباشرة عن خروج المني بالاحتلام فلا إفطار به جزماً

Pembatal puasa yang keenam adalah keluar mani, yaitu keluar mani karena terjadi kontak fisik tanpa jimak, baik keluar mani tersebut diharamkan seperti mengeluarkan mani dengan tangannya, atau tidak diharamkan seperti mengeluarkan mani dengan tangan istrinya atau budaknya. Berbeda dengan kontak fisik adalah keluar mani karena mimpi basah, maka hal itu tidak membatalkan puasa.

Dalil yang dijadikan dasar bahwa keluar mani karena mimpi basah adalah riwayat Imam Abu Dawud, bahwa Nabi Saw bersabda;

لا يفطر من قاء ولا من احتلم ولا من احتجم

Tidaklah batal puasa seseorang yang muntah, mimpi basah dan bekam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here