Keberkahan Waktu antara Maghrib dan Isya, Manfaatkanlah Buat Ibadah

0
1624

BincangSyariah.Com Setiap waktu mempunyai rahasia dan keberkahan tersendiri. Dan tak jarang ada amal atau wirid khusus yang dianjurkan pada waktu tertentu. Waktu antara Maghrib dan Isya misalnya. Waktu ini sangat pendek, mungkin kurang lebih satu jam. Tapi di dalamnya terdapat keberkahan yang perlu kita jemput dengan amal.

Ma bainal Isyaain“, begitulah kata kunci yang bisa kita cari dalam beberapa kitab, uatamanya kitab-kitab nasihat yang membahas tentang keutamaan waktu antara Maghrib dan Isya.

Salah satu kitab yang memuat tentang pembahasan ini adalah Kitab Risalatul Muawanah karya Sayyid Abdullah bin Alwi al-Haddad, seorang waliyullah masyhur yang juga penyusun Ratib al-Haddad dan Wirdul Latif.

ومن السنة إحياء ما بين العشائين، وقد ورد في فضله أخبار وآثار، وحسبك من ذلك أن أحمد بن أبي الحواري شاور شيخه أبا سليمان رحمهما الله تعالى في أن يصوم النهار أو يحيي ما بين العشائين فقال: اجمع بينهما. فقال: لا أستطيع لأني متى صمت أشتغل بالإفطار في هذا الوقت. فقال له إذا لم تستطع أن تجمع بينهما فدع صيام النهار وأحي ما بين العشائين

Sebagian dari sunnah Rasulullah SAW adalah menghidupkan waktu antara Maghrib dan Isya. Telah banyak hadis dan ucapan sahabat tentang keutamaan menghidupkan waktu ini.

Dalam hal ini cukuplah cerita tentang Ahmad bin Abi Al-Hawariy yang bertanya pada gurunya, Syaikh Abu Sulaiman rahimahullah

”Wahai guru, mana yang lebih utama, puasa di siang hari atau menghidupkan waktu antara Maghrib dan Isya dengan amal shaleh?”

“Kerjakan kedua-duanya,” jawab gurunya.“Tetapi saya tidak mampu mengerjakan keduanya. Karena, jika saya berpuasa, waktu antara Maghrib dan Isya adalah saat sibuk untuk berbuka.”

“Kalau demikian tinggalkan puasa dan isilah waktu antara Maghrib dan Isya dengan amal shaleh.”

Cerita antara guru dan murid di atas cukup memberikan gambaran tentang anjuran jangan sampai melewatkan waktu ini dengan amal shaleh.

Baca Juga :  Agar Nikmat Bertambah, Ini Tiga Cara Bersyukur Ajaran Ulama

Maka amal shaleh apa saja yang bisa dilakukan pada waktu penuh berkah ini?

Setidaknya ada empat amal yang dianjurkan pada waktu petang ini.

Pertama, shalat

Amal pertama yang dianjurkan adalah melakukan shalat sunnah. Shalat sunnah ini menurut sebagian ulama disebut dengan shalat sunnah awwabin. Tapi menurut pendapat yang lain, shalat sunnah awwabin adalah nama lain dari shalat dhuha.

Mengacu pada yang berpendapat disunnahkan melakukan shalat sunnah awwabin pada waktu ini, maka jumlah rakayatnya maksimal 20. Bisa juga dengan 6, 4 atau dua rakaat, dan dilakukan tanpa berjamaah. Sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Zainudin Al-Malibari dalam Fathul Mu’in

“Di antara shalat yang tidak disunahkan dilakukan secara berjamaah adalah shalat Awwabin. Ia berjumlah 20 rakaat dan dilakukan antara shalat Maghrib dan Isya. Diriwayatkan bahwa ia berjumlah 6 rakaat, 4 rakaat dan 2 rakaat, dan 2 rakaat ini adalah jumlah rakaat paling sedikit.”

Adapun tata cara melakukan Shalat Sunnah Awwabin ini adalah sebagai berikut

Pertama, niat melakukan Shalat Sunnah Awwabin dalam hati bersamasaan dengan takbiratul ihram. Lafadz niatnya sebagai berikut

اُصَلِّى سُنَّةَ الأَوَّابِينَ رَكَعَتَيْنِ للهِ تَعَالَى

Saya niat shalat sunah awwabin dua rakaat karena Allah Ta’ala.

Kedua, pada setiap rakaat setelah membaca surah Al-Fatihah disunahkan membaca surah Al-Ikhlas sebanyak 6 kali, surah Al-Falaq sekali dan surah Al-Nas sekali. Begitu juga pada rakaat kdua.

Ketiga, setelah salam disunahkan untuk membaca doa berikut

ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺇِﻧِّﻲْ ﺃَﺳْﺘَﻮْﺩِﻋُﻚَ ﺇِﻳْﻤَﺎﻧِﻲْ ﻓِﻰْ ﺣَﻴَﺎﺗِﻲْ ﻭَﻋِﻨْﺪَ ﻣَﻤَﺎﺗِﻲْ ﻭَﺑَﻌْﺪَﻣَﻤَﺎﺗِﻲْ ﻓَﺎﺣْﻔَﻈْﻪُ ﻋَﻠَﻲَّ ﺇِﻧَّﻚَ ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ شيْئٍ ﻗَﺪِﻳْﺮٌ

Ya Allah, aku titipkan imanku baik ketika aku masih hidup, pada saat meninggal dan setelah meninggal. Jagalah iman tersebut untukku, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Tentang keutamaan shalat ini, banyak hadis yang menjelaskan. Saya kutipkan salah satunya. Rasulullah SAW bersabda:

Baca Juga :  Haramkah Menggunakan Alquran Warna-warni?

مَنْ صَلَّى بَعْدَ الْمَغْرِبِ سِتَّ رَكَعَاتٍ لَا يَتَكَلَّمُ بَيْنَهُنَّ بِسُوْءٍ عَدَلْنَ لَهُ عِبَادَةَ اثْنَتَيْ عَشْرَةَ سَنَةً

Barangsiapa shalat (sunnah) enam rakaat setelah shalat Maghrib, tanpa diselingi dengan pembicaraan kotor, maka salat tersebut mampu mengimbangi ibadah selama dua belas tahun.(HR. Tirmudzi)

Kedua, dzikir

Di dalam kitabnya yang lain yang berjudul Nashaih al-Diniyyah wa al-Washaya al-Imaniyah, Imam Al-Haddad menjelaskan bahwa amal yang bisa dilakukan pada waktu ini adalah dzikir.

Di antara amal-amal yang sangat disunnahkan ialah menghidup-hidupkan waktu antara salat maghrib dan Isya dengan salat — dan ini yang paling utama –, dengan membaca Quran dan zikir pada Allah – entah itu tasbih, tahlil dan semacamnya.”

Ketiga, Baca Al-Qur’an

Tentang anjuran membaca Al-Qur’an pada waktu ini, juga dijelaskan dalam Nashaihud Diniyyah

Dianjurkan pula untuk membaca Al-Quran, khususnya surah-surah Alif-lam-mim Sajadah, Ad-Dukhan, Al-Waqi’ah, Tabarak, Al-A’la, Az-Zilzal, At-Takatsur, Al-Quraisy, Al-Kafirun, An-Nashr, Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas. 

Keempat, i’tikaf

Kemudian amal terakhir yang bisa dilakukan dalam rangka mendapatkan keberkahan waktu antara Maghrib dan Isya adalah dengan melakukan i’tikaf sambil menunggu masuknya waktu Isya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here