Keberkahan Buka Puasa Bersama

0
1973

BincangSyariah.Com – Di antara adab makan yang diajarkan Nabi Saw. adalah makan bersama atau berjamaah. Makan dengan berjamaah ini sangat dianjurkan oleh Nabi Saw dan beliau melarang makan dengan keadaan sendiri-sendiri, termasuk ketika berbuka puasa di bulan Ramadan.

Pada umumnya di Indonesia buka puasa disebut buka bersama jika dilakukan dengan orang lain di luar anggota keluarga sendiri, misalnya dengan sanak famili, teman kantor, teman sekolah, kelompok pengajian, jamaah masjid dan lain sebagainya. Buka bersama ini populer dengan istilah bukber.

Dalam Islam, disebut buka puasa bersama ketika kita buka puasa dengan orang lain, baik itu anggota kelurga sendiri atau orang lain. Buka bersama ini dianjurkan oleh Nabi Saw. karena akan mendatangkan keberkahan. Disebutkan dalam hadis riwayat Abu Dawud dan Ibnu Majjah, Nabi Saw. bersabda;

كُلُوْا جَمِيْعًا فَان اْلبَرَكَةَ مَعَ اْلجَمَاعَةِ

“Makanlah kalian secara bersama-sama, sesungguhnya keberkahan ada pada makan bersama.”

Imam Ibnu Hajar Al Asqalani dalam kitab Fathul Bari mengatakan, keberkahan ini merupakan satu-satunya alasan dianjurkanya makan dengan bersama, termasuk ketika berbuka puasa.

Semakin bertambah banyak orang yang buka bersama kita, maka semakin banyak keberkahan yang dilimpahkan Allah kepada kita. Ibnu Hajar mengatakan;

وَأَن اْلجَمْعَ كُلما كَثُرَ اِزْدَاَدتِ اْلبَرَكَةُ

“Sesugguhnya semakin bertambah banyak kumpulan orang yang makan bersama, maka semakin bertambah pula keberkahan.”

Oleh karena itu, buka puasa hendaknya dilakukan di tempat yang jumlah orangnya banyak, seperti masjid dan lain sebagainya. Dalam kitab Zadul Ma’ad disebutkan bahwa Imam Ahmad memberikan empat tips agar makanan berkah dan sempurna, termasuk ketika buka puasa, yaitu: menyebut nama Allah dengan membaca basmalah dan doa di awal buka puasa, memuji Allah dengan membaca hamdalah setelah buka puasa,  makan bersama, makanan yang dimakan halal.

 

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here