Keberkahan Azan, Banyak Orang Tidak Menyadarinya

1
1067

BincangSyariah.Com – Sebagian ulama berbeda pendapat tentang hukum azan. Sebagian ulama ada yang menyatakan bahwa hukum azan adalah sunnah, namun sebagian yang lain menyebutkan fardu kifayah. Seperti yang banyak diketahui, bahwa azan itu sebuah panggilan bagi umat Islam untuk memberitahu masuknya waktu salat fardu. Sebab itu azan dikumandangkan lima kali sehari, sebagaimana diwajibkannya salat lima waktu atas seorang muslim.

Jika sebagian manusia ada yang merasa terganggu sebab lantangnya suara azan yang dikumandangkan, maka ketahuilah bahwa di saat azab berkemandang itulah setang pergi menjauh dari manusia. Abu Hurairah menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلاَةِ أَدْبَرَ الشَّيْطَانُ وَلَهُ ضُرَاطٌ، حَتَّى لاَ يَسْمَعَ التَّأْذِيْنَ، فَإِذَا قَضَى النِّدَاءَ أَقْبَلَ حَتَّى إِذَا ثَوَّبَ بِالصَّلاَةِ أَدْبَر

Apabila diserukan adzan untuk shalat, syaitan pergi berlalu dalam keadaan ia kentut hingga tidak mendengar adzan. Bila muadzin selesai mengumandangkan adzan, ia datang hingga ketika diserukan iqamat ia berlalu lagi

Bisa jadi tingkah setan yang demikian sebenarnya ia memberikan celah dan kesempatan untuk  segera bergegas untuk mengambil air wudhu dan menunaikan salat. Sebab jika sedikit saja mengulur waktu, setan tersebut akan kembali. Apa yang terjadi ketika setan tersebut kembali? Ia terus menggoda dan berusaha agar kita bersikap lalai atas kewajiban salat tersebut. Dengan demikian baiknya adalah melangsungkan salat setelah dikumandangkannya azan.

Seseorang yang mengumandangkan azan tentu mendapatkan jaminan yang istimewa. Disebutkan bahwa muazin (orang yang azan) akan diampuni dosanya dan setiap yang basah dan kering yang mendengar azannya akan memintakan ampun untknya. Lantas adakah keberkahan azan tersebut bagi sebuah desa, tempat dikumandangkannya azan? Ya, azan juga membawa keberkahan bagi desa tersebut. Dimana Allah akan mengamankan desa tersebut dari beberapa siksa Allah pada hari itu. Secara tidak langsung azan tersebut membawakan rahmat-Nya dengan cara yang tersendiri. Disebutkan dalam hadis Nabi sebagai berikut,

Baca Juga :  Doa Nabi Saw. saat Malam Nisfu Sya’ban

إذا أذن في القرية أمنها الله عز وجل من عذابه ذالك اليوم

Apabila seorang adzan di suatu daerah, maka Alah mengamankan desa itu dari siksa-Nya pada hari itu.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here