Kapan Zakat Harta Perdagangan Wajib Dikeluarkan?

2
3074

BincangSyariah.Com – Harta perdagangan adalah sesuatu (selain uang) yang digunakan untuk menjalankan perdagangan, baik dengan pembelian maupun penjualan, yang bertujuan memperoleh keuntungan.

Harta perdagangan meliputi makanan, pakaian, kendaraan, barang-barang industri, hewan, barang-barang tambang, tanah, bangunan, dan lain-lain, yang bisa diperjualbelikan.

Adapun barang dagangan wajib dikeluarkan zakatnya jika keenam syarat berikut ini telah lengkap, yaitu :

Pertama, nisab. Harta perdagangan wajib dikeluarkan jika telah mencapai nisabnya, yaitu setara dengan 85 gram emas/ 200 gram perak. Harga tersebut disesuaikan dengan harga yang berlaku di setiap daerah. Zakat yang wajib dikeluarkan dari harta perdagangan ialah seperempat puluh atau sama dengan 2,5% harga barang dagangan.

Kedua, haul. Harga harta dagangan, bukan harta itu sendiri, harus telah mencapai haul atau satu tahun, terhitung sejak dimilikinya harta tersebut.

Ketiga, niat melakukan perdagangan saat membeli barang-barang dagangan.

Keempat, barang dagangan dimiliki melalui pertukaran. Jumhur, selain madzhab Hanafi, mensyaratkan agar barang-barang dagangan dimiliki melalui pertukaran, seperti jual beli atau sewa menyewa

Kelima, harta dagangan tidak dimaksudkan sebagai qunyah (yakni sengaja dimanfaatkan oleh diri sendiri dan tidak diperdagangkan).

Keenam, pada saat perjalanan haul semua harta perdagangan tidak menjadi uang yang jumlahnya kurang dari nisab. Hal ini merupakan syarat yang lain yang dikemukakan oleh madzhab Syafi’i. Dengan demikian, jika semua harta perdagangan menjadi uang, sedangkan jumlahnya tidak mencapai nisab, haulnya terputus. Syarat ini tidak diisyaratkan oleh madzhab-madzhab yang lain.

Demikian syarat dan ketentuan wajib mengeluarkan zakat dagangan. Semoga tulisan ini bermanfaat dan dapat diaplikasikan dalam menghitung zakat perdagangan anda.

2 KOMENTAR

  1. […] Penyaluran harta zakat ke lokasi bencana, setidaknya mengundang pertanyaan: apakah dengan adanya bencana merupakan alasan (illat) bagi timbulnya hukum bahwa zakat boleh disalurkan ke wilayah tersebut? Pertanyaan ini merupakan hal yang wajar karena kita memang dituntut untuk taat, sami’na wa atha’na, apalagi dalam urusan ibadah. Dalam ibadah tidak dikenal unsur masuknya akal (ta’aqquly) melainkan harus tunduk secara total (ta’abbudy). (Kapan Zakat Harta Perdagangan Wajib Dikeluarkan?) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here