Kapan Waktu Tidak Boleh Melaksanakan Shalat Istisqa?

0
90

BincangSyariah.Com – Pada dasarnya, shalat Istisqa merupakan shalat yang disebabkan karena lama tidak hujan dan tanah dan mata air sudah mengering. Dalam kondisi demikian, kaum muslimin dianjurkan untuk mengerjakan shalat Istisqa dalam rangka untuk memohon kepada Allah agar segera diturunkan hujan. Menurut ulama Syafiiyah, shalat Istisqa boleh dilakukan kapan saja, baik pagi, siang maupun kecuali dalam waktu-waktu yang dimakruhkan melakukan shalat.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

وإذا كان بالصلاة والدعاء  فالكل مجمع على منع أدائها في أوقات الكراهة وذهب الجمهور الى انها تجوز في اي وقت عدا اوقات الكراهة

Jika meminta hujan melalui shalat Istisqa dan doa, maka seluruh ulama sepakat bahwa dilarang melakukan shalat Istisqa di waktu-waktu yang dimakruhkan melaksanakan shalat. Kebanyakan ulama berpendapat bahwa shalat Istisqa dilakukan di waktu kapan saja selain waktu-waktu yang makruh melakukan shalat.

Adapun waktu-waktu yang dimakruhkan untuk mengerjakan shalat sunnah ada lima.

Pertama, sesudah shalat Shubuh hingga terbit matahari.

Kedua, saat terbit matahari hingga matahari naik sekitar satu tombak.

Ketiga, saat waktu istiwa, yakni waktu ketika matahari tepat di atas kepala kita, ditandai dengan tidak adanya bayangan benda, kecuali di hari Jumat.

Keempat, sesudah shalat Ashar sampai matahari terbenam.

Kelima, saat matahari sedang menguning hingga matahari terbenam.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Kasyifatus Saja berikut;

تحرم الصلاة التي ليس لھا سبب متقدم ولا مقارن في خمسة أوقات: عند طلوع الشمس حتى ترتفع قدر رمح، وعند الإستواء في غير يوم الجمعة حتى تزول، وعند الإصفرار حتى تغرب، وبعد صلاة الصبح حتى تطلع الشمس، وبعد صلاة العصر حتى تغرب

Baca Juga :  Apakah Makmum Masbuk Dapat Pahala Berjamaah?

Haram melaksanakan shalat yang tidak memiliki sebab yang mendahului atau bersamaan dalam lima waktu; ketika terbit matahari hingga meninggi sekitar satu tombak, ketika matahari istiwa selain hari Jumat hingga matahari tergelincir, ketika matahari menguning hingga terbenam, setelah shalat Shubuh hingga matahari terbit, dan setelah shalat Ashar hingga matahari terbenam.

Dengan demikian, shalat Istisqa boleh dilakukan kapan saja kecuali dalam lima waktu yang dimakruhkan melakukan shalat di atas. Jika pada lima waktu yang makruh di atas, maka shalat Istisqa tidak boleh dilaksanakan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here