Kapan Waktu Terbaik untuk Menyembelih Hewan Kurban?

0
279

BincangSyariah.Com – Dalam kitab Almajmu disebutkan bahwa waktu menyembelih hewan kurban ada 4 hari, yaitu dimulai kira-kira setelah salat Idul Adha dilaksanakn pada tangal 10 Dzul Hijjah, dan tanggal 11, 12, dan berakhir setelah matahari terbenam pada tanggal 13 Dzul Hijjah. Imam Nawawi mengatakan;

أيام نحر الأضحية يوم النحر وأيام التشريق الثلاثة

“Hari menyembelih hewan kurban adalah hari raya Idul Adha dan hari-hari tasyriq yang berjumlah tiga hari setelah hari raya Idul Adha.”

Namun di antara empat hari tersebut, di hari ke berapa sebaiknya hewan kurban disembelih? Dan kapan waktunya?

Syaikh Wahbah Azzuhaili dalam kitab Alfiqhul Islami wa Adillatuhu menyebutkan, seluruh ulama telah sepakat bahwa hari Idul Adha pada tanggal 10 Dzul Hijjah adalah waktu terbaik untuk menyembelih hewan kurban. Mereka sepakat bahwa waktu terbaik untuk menyembelih hewan kurban dimulai setelah salat Idul Adha dilaksanakan hingga sebelum matahari terbenam pada hari Idul Adha tanggal 10 Dzul Hijjah.

لكنهم اتفقوا على أن أفضل وقت التضحية هو اليوم الأول قبل زوال الشمس؛ لأنه هو السنة

“Tetapi, mereka seluruhnya sepakat bahwa waktu utama menyembelih kurban ialah hari pertama sebelum matahari terbenam, karena hal itu sunah.”

Selanjutnya, yang paling baik dan utama adalah segera menyembelih hewan kurban setelah salat Idul Adha dilaksanakan, sebagaimana perbuatan Nabi Saw. Dalam sebuah hadis riwayat Imam Ahmad disebutkan bahwa Nabi Saw. segera menyembelih hewan kurban setelah salat Idul Adha dilaksanakan dan pertama kali yang beliau makan pada hari Idul Adha adalah daging hewan kurban.
Imam Ahmad meriwayatkan hadis dari Buraidah, dia berkata;

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لا يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ ، وَلا يَأْكُلُ يَوْمَ الأَضْحَى حَتَّى يَرْجِعَ ، فَيَأْكُلَ مِنْ أُضْحِيَّتِهِ .

Baca Juga :  Kurban Disunahkan Setiap Tahun atau Sekali Seumur Hidup?

“Nabi Saw. tidak berangkat untuk salat Idul Fitri sebelum makan dan tidak makan pada hari Idul Adha kecuali setelah pulang (dari salat), lalu beliau makan dari hewan kurbannya.

Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dari Albara’ bin ‘Azib, dia berkata bahwa Nabi Saw. bersabda;

إِنَّ أَوَّلُ مَانَبْدَأُ بِهِ يَوْمَنَا هَذَا: أَنْ نُصَلِّيْ، ثُمَّ نَرْجِعَ، فَنَنْحَرَ، فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ، فَقَدْ أَصَابَ سُنَّتَنَا، وَمَنْ ذَبَحَ قَبْلَ ذَلِكَ، فَإِنمَّا هُوَ لَحْمٌ قَدّمَهُ لِأَهْلِهِ، لَيْسَ مِن النُسُكِ فِيْ شَيْءٍ

“Sungguh yang pertama kali kami lakukan pada hari ini ialah salat (Idul Adha), kemudian kami pulang dan setelah itu menyembelih hewan kurban. Siapa yang melakukan hal demikian (menyembelih setelah salat), maka dia telah memperolah sunah kami. Tetapi siapa yang menyembelih sebelum itu, maka penyembelihannya itu sebatas menyembelih untuk keluarganya sendiri dan tidak dianggap ibadah kurban.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here