Kapan Waktu Terbaik Melaksanakan Shalat Witir?

0
863

BincangSyariah.Com – Dalam melaksanakan shalat witir, kita terkadang melaksanakannya di awal waktu setelah shalat Isya. Namun terkadang melaksanakannya di akhir waktu malam. Sebenarnya, kapan waktu terbaik melaksanakan shalat witir?

Kebanyakan ulama sepakat shalat witir hukumnya sunah muakkadah, shalat sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan. Bahkan menurut Imam Abu Hanifah, shalat witir bukan hanya sunnah, akan tetapi wajib dilaksanakan. Adapun waktunya, menurut kebanyakan pendapat ulama, dimulai setelah melaksanakan shalat Isya’ dan berakhir ketika terbit fajar. (Baca: Bacaan Qunut Witir Ramadhan Lengkap Arab, Latin, dan Terjemah)

Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu berikut;

الصَّحِيحُ الْمَشْهُورُ الَّذِي قَطَعَ بِهِ الْمُصَنِّفُ وَالْجُمْهُورُ أَنَّهُ يَدْخُلُ بِفَرَاغِهِ مِنْ فَرِيضَةِ الْعِشَاءِ

Menurut pendapat yang shahih dan masyhur yang diikuti oleh mushannif dan kebanyakan ulama adalah bahwa waktu shalat witir masuk setelah seseorang melaksanakan shalat Isya’.

Adapun mengenai waktu terbaik melaksanakan shalat witir, para ulama berbeda pendapat. Setidaknya, ada tiga pendapat ulama dalam masalah ini.

Pertama,  jika terbiasa melakukan shalat malam, maka waktu terbaik melaksanakan shalat witir adalah di akhir malam setelah melaksanakan shalat malam. Shalat witir dijadikan shalat terakhir dan penutup shalat-shalat sunnah malam. Ini adalah pendapat kebanyakan ulama.

Kedua, jika tidak terbiasa melakukan shalat malam, maka waktu terbaik melaksanakan shalat witir adalah setelah melaksanakan shalat Isya’ di awal malam.

Ketiga, menurut Imam Al-Haramain dan Imam Al-Ghazali, melaksanakan shalat witir di awal malam lebih utama. Ini bersifat umum, baik bagi orang yang terbiasa melakukan shalat malam maupun tidak.

وأما الوقت المستحب للاتيار فقطع المنصف وَالْجُمْهُورُ بِأَنَّ الْأَفْضَلَ أَنْ يَكُونَ الْوِتْرُ آخِرَ صَلَاةِ اللَّيْلِ فَإِنْ كَانَ لَا يَتَهَجَّدُ اُسْتُحِبَّ أن يوتر بعد فريضة العشاء وسنتها فِي أَوَّلِ اللَّيْلِ وَإِنْ كَانَ لَهُ تَهَجُّدٌ فَالْأَفْضَلُ تَأْخِيرُ الْوِتْرِ لِيَفْعَلَهُ بَعْدَ التَّهَجُّدِ وَيَقَعُ وِتْرُهُ آخِرَ صَلَاةِ اللَّيْلِ وَقَالَ إمَامُ الْحَرَمَيْنِ وَالْغَزَالِيُّ تَقْدِيمُ الْوِتْرِ فِي أَوَّلِ اللَّيْلِ أَفْضَلُ

Baca Juga :  Dua Kriteria Air Mustamal

Adapun waktu yang dianjurkan untuk melaksanakan shalat witir, maka menurut mushannif dan kebanyakan ulama, bahwa waktu terbaik adalah melaksanakan shalat witir di akhir malam. Jika seseorang tidak terbiasa tahajud, maka dianjurkan baginya melaksanakan witir setelah shalat Isya, dan sunnahnya di awal malam.

Dan jika dia terbiasa tahajud, maka lebih utama mengakhirkan shalat witir supaya dikerjakan setelah tahajud dan shalat witir menjadi shalat terakhir shalat malam. Imam Al-Haramain dan Al-Ghazali mendahulukan shalat witir di awal malam lebih utama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here