Kapan Sebaiknya Anak Diberi Nama?

2
4946

BincangSyariah.Com – Dalam Islam, memberikan nama yang baik kepada anak yang baru dilahirkan merupakan perkara yang sangat dianjurkan. Setiap orang tua dituntut untuk tidak sembrono memilih dan memberikan nama anaknya, baik laki-laki maupun perempuan.

Oleh karena itu, tak jarang dijumpai sebagian masyarakat Muslim sudah mempersiapkan nama anaknya menjelang kelahiran, ada yang sejak awal kehamilan, bahkan ada pula sebelum kehamilan sudah bernazar jika punya anak laki-laki atau perempuan akan diberi nama si A atau si B.

Namun di samping itu, ada pula sebagian masyarakat Muslim yang tidak buru-buru mempersiapkan nama anak sebelum kelahiran. Mereka menunggu terlebih dulu kelahiran anak tersebut, baru kemudian mereka memberikan nama. Ada yang memberikan nama anaknya pada saat baru dilahirkan, pada saat sudah usia tujuh hari, bahkan sebagian yang lain memberikan nama anaknya pada saat sudah berusia empat puluh hari.

Dalam Islam, kapan sebaiknya anak diberi nama? Adakah tuntunan khusus dari Nabi Saw. terkait waktu terbaik untuk memberikan nama pada seorang anak?

Ada dua hadis berbeda terkait pemberian nama pada seorang anak. Hadis pertama riwayat Imam Muslim dari Anas bin Malik, yang menyebutkan Nabi Saw. memberi nama anaknya pada saat baru dilahirkan. Sementara hadis kedua riwayat Imam Nasai dan Abu Daud dari Samurah bin Jundub, yang berisi pernyataan Nabi Saw. bahwa anak sebaiknya anak diberi nama pada saat usia tujuh hari setelah diakikahi. Kedua hadis tersebut sebagai berikut.

وُلِدَ لِيَ اللَّيلَةَ غُلَامٌ فَسَمَّيْتُهُ بِاسْم أبِي إِبْرَاهِيمَ

“Pada suatu malam, aku dianugrahi seorang anak laki-laki dan aku memberinya nama dengan nama ayahku, yakni Ibrahim.”

كلُّ غُلَامٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذبَحُ عَنهُ يَومَ سَابِعِهِ وَ يُحلَقُ رَأْسُهُ وَ يُسَمَّى

Baca Juga :  Kapankah Wudhu Disyariatkan?

“Setiap bayi tergadai dengan akikahnya, hewan disembelih pada hari ke tujuh, dicukur rambutnya dan diberi nama pada hari itu juga.”

Untuk menjelaskan kedua hadis di atas, Imam Bukhari mengatakan, bahwa bagi anak yang tidak ingin segera diakikahi, sebaiknya diberi nama pada saat baru dilahirkan. Sementara itu, jika anak tersebut ingin segera diakikahi, maka sebaiknya diberi nama pada saat tujuh hari setelah menyembelih hewan akikah.

Dari penjelasan di atas, menjadi jelas bahwa waktu terbaik untuk memberi nama anak ada dua; saat baru dilahirkan jika anak tersebut tidak ingin segera diakikahi, dan pada hari ketujuh pada saat anak tersebut diakikahi.

Namun demikian, selain kedua waktu tersebut bukan tidak boleh memberikan nama pada anak. Kedua waktu tersebut hanya menunjukan waktu yang lebih utama, bukan untuk membatasi. Oleh karena itu, boleh memberi nama anak sebelum kelahiran, setelah empat puluh hari, bahkan boleh kapan pun. Karena pada hakikatnya, Nabi Saw. hanya memberikan contoh dan anjuran terbaik kapan sebaiknya memberikan nama pada anak, bukan melarang dan membatasi waktu-waktu yang lain.

Dalam kitab Tuhfatul Maudud, Ibnul Qayyim Aljauziyah menegaskan kebolehan memberikan nama, baik pada saat baru dilahirkan, saat usia tiga hari, tujuh hari bahkan boleh memberikan nama pada anak sebelum anak tersebut dilahirkan.

ان التسمية لما كانت حقيقته تعريف الشيئ المسمى لانه اذا وجد فيه وهو مجهول الاسم لم يكن له ما يقع تعريفه به فجاز تعريفه يوم وجوده وجاز تأخير التعريف الى ثلاثة أيام وجاز الى يوم العقيقة عنه ويجوز قبل ذلك وبعده والامر فيه واسع

“Pada hakikatnya pemberian nama berfungsi untuk menunjukkan identitas penyandang nama, karena jika ia didapati tanpa nama berarti ia tidak memiliki identitas yang dengannya ia bisa dikenali. Oleh karena itu, namanya boleh diberikan pada hari kelahirannya, boleh juga ditunda hingga hari ketiga atau pada hari akikahnya, boleh juga sesudah hari akikah atau sebelumnya. Jadi, waktu pemberian nama sangat longgar tidak memiliki batasan.”

Baca Juga :  Kapan Waktu Ideal Berniat Puasa Ramadan?

2 KOMENTAR

  1. Assalamualaikum, pak ustaz pak yai…
    Maaf sebelumnya ini ada yg saya mau sedikit bertanya…
    Begini seorang bayi yg baru di lahirkan dengan hasrat keinginana dari sang ayah nya atau ibunya, tapi dengan ke adaan yg tidak bisa di pungkiri ya itu ke uangan yg belum ada.
    Jadi begini kesimpulanya, apa bisa di lakukan untuk istilah sebagian adat bisa di bilang puput atu memberi nama 7 hari setelah kelahiran ya itu aqiqah, ada yg bilang kalau anak laki laki aqiqah 2 ekor kambing, terus menyimpulkanya lagi bagai mana bisa seorang yg tidak mampu pada saat saat itu harus di aqiqah dengan 2 ekor kambing, ini bagi anak laki laki, itu bagai mana penjelasanya? Mohon pencerahanya…

    Dan ada lagi kalau misalkan, tidak harus menunggu 7 hari, terus sebelum 40 hari, kalau cuman hanya puput syukuran dan sekalian memberi nama dan tidak nerikut aqiqah istilah potong kambing bagai mana hukumnya
    Bagai mana hukumnya?…

    Dan kalau misalkan, tidak harus pada saat itu juga untuk melakukan aqiqah istilah potong kambing, di karnakan keuangan belum ada bagai mana bila di lanjutkan tidak harus menginjak 7 hari hingga sampai 40 hari, tetapi bulan bulan berikutnya?…

    Terimakasih.
    Assalamualaikum waroh matullohi wabarokatuh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here