Sebaiknya Kalimat Pujian dalam Qunut Dipelankan atau Dinyaringkan?

0
634

BincangSyariah.Com – Ketika kita melaksanakan shalat Shubuh berjemaah dan imam melakukan doa qunut, saat membaca doa pujian, umumnya imam membacanya dengan suara pelan. Namun demikian, terdapat sebagian imam yang membaca semua doa qunut dengan suara keras dari awal hingga akhir, termasuk doa pujian. Ketika imam membaca kalimat pujian dalam qunut, sebaiknya dia membaca dengan suara pelan atau keras? (Tata Cara Qunut Subuh Beserta Bacaannya)

Terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama Syafiiyah dalam masalah ini. Menurut sebagian ulama, disunnahkan bagi imam membaca seluruh doa qunut mulai dari awal hingga akhir dengan suara keras dan nyaring, termasuk kalimat pujian dan shalawat atas Nabi Saw. Dan boleh bagi makmum ikut membaca bersama imam atau mengaminkannya.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Busyral Karim berikut;

و يسن الجهر به أى مما مر من القنوت و لو الثناء والصلاة والسلام للإمام في الجهرية والسرية كمقضية نهارا ليسمع المأموم فيؤمن للإتباع

Disunnahkan bagi imam membaca nyaring semua doa qunut, meskipun dalam kalimat pujian dan shalawat dan salam atas Nabi Saw, baik dalam shalat jahriyah maupun sirriyah, misalnya shalat Shubuh yang diqadha pada siang hari. Hal ini agar makmum mendengar dan mengaminkannya karena mengikuti sunnah Nabi Saw.

Sementara sebagian ulama Syafiiyah, seperti Imam Al-Ramli dan Imam Al-Ghazali, mengatakan bahwa disunnahkan bagi imam untuk membaca kalimat pujian dalam doa qunut dengan suara pelan. Hal ini karena kandungan kalimat pujian adalah sanjungan dan dzikir kepada Allah, bukan doa sehingga imam tidak perlu membacanya dengan suara keras. Dalam kondisi seperti ini, disunnahkan bagi makmum untuk membaca kalimat pujian dalam qunut dengan suara pelan juga.

Baca Juga :  Cara Membayar "Fidyah"

Pendapat kedua ini merupakan pendapat yang banyak diikuti oleh masyarakat muslim di Indonesia. Oleh karena itu, umumnya imam shalat berjemaah Shubuh membaca kalimat pujian dalam qunut dengan suara pelan, meski ada sebagian yang membacanya dengan suara keras. Kedua pendapat ini sama-sama baik dan sama-sama bisa diikuti dan diamalkan. Wallahu a’lam bis showab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here