Benarkah Jika Kaki Tertusuk Duri, Wudhu Tidak Sah Sebelum Dicabut?

0
1661

BincangSyariah.Com – Bagi orang-orang yang hidup di pedesaan, kaki tertusuk duri merupakan hal yang hampir pasti dialami. Kadang tertusuk duri bambu, kadang juga tertusuk duri salak, dan duri dari jenis pohon lainnya. Dalam sebuah keterangan dijelaskan bahwa jika kaki tertusuk duri, atau anggota tubuh yang lain, maka wudhu kita tidak sah sebelum duri tersebut dicabut. Benarkah demikian?

Terkait masalah ini, terdapat sebuah penjelasan dalam kitab Tuhfatul Muhtaj fi Syarhil Minhaj, bahwa jika kaki kita tertusuk duri, kemudian ujung dari duri tersebut masih kelihatan, maka duri tersebut hukumnya wajib dicabut. Jika kita melakukan wudhu atau melaksanakan shalat sebelum duri tersebut dicabut, maka wudhu dan shalat kita dinilai tidak sah.

Hal ini karena bagian dalam tubuh yang tertusuk oleh duri dihukumi sebagai anggota luar yang wajib dibasuh. Dan membasuh bagian dalam tubuh yang tertusuk duri sangat sulit karena air terhalang dari duri untuk masuk ke dalam.

Sementara jika duri tersebut masuk ke dalam dan tertutup oleh daging, maka duri tersebut tidak wajib dicabut, dan kita boleh melakukan wudhu meskipun duri tersebut belum dicabut. Hal ini karena duri yang sudah masuk ke dalam tubuh dan tertutup oleh daging sudah dianggap bagian batin (dalam) tubuh sehingga bagian tubuh yang tertusuk duri tidak wajib dibasuh ketika wudhu.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Tuhfatul Muhtaj fi Syarhil Minhaj berikut;

فَرْعٌ وَقَعَتْ شَوْكَةٌ فِي عُضْوِهِ فَإِنْ ظَهَرَ بَعْضُهَا لَمْ يَصِحَّ الْوُضُوءُ قَبْلَ قَلْعِهَا لأَنَّ مَا وَصَلَتْ إلَيْهِ صَا رَ فِي حُكْمِ الظَّاهِرِ وَإِنْ غَاصَتْ فِي اللَّحْمِ وَاسْتَتَرَتْ بِهِ صَحَّ الْوُضُوءُ

Penjelasan cabang. Jika duri menusuk anggota tubuh seseorang, jika sebagian duri tersebut masih kelihatan, maka wudhu tidak sah sebelum mencabutnya. Hal ini karena anggota dalam yang ditusuk duri sudah dihukumi bagian anggota luar (sehingga wajib dibasuh). Jika duri tersebut masuk ke dalam daging dan tertutup oleh daging, maka wudhu dinilai sah.

Baca Juga :  Hukum Membuka Al-Qur'an dengan Kaki Bagi Penyandang Disabilitas Daksa yang Tidak Punya Tangan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here