Janji Allah terhadap Orang yang Melaksanakan Salat Duha

0
1194

BincangSyariah.Com – Salat Duha merupakan salah satu shalat sunnah yang Rasul wasiatkan kepada para sahabatnya, di antaranya Abu Dzar dan Abu Hurairah. Ini menunjukkan betapa agungnya kedudukan salat Duha di sisi Allah Swt. Sebagaimana dikatakan dalam hadis berikut ini,

عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ و أَبِي ذَرٍّ رضي الله عنهما عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ أَنَّهُ قَالَ : ابْنَ آدَمَ ارْكَعْ لِي مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ ، أَكْفِكَ آخِرَهُ

Dari Abu Darda dan Abu Dzar dari Rasulullah saw dari Allah Swt, bahwa Dia berfirman, “Wahai anak Adam salatlah empat rakaat di awal hari, Aku akan lindungi engkau hingga akhirnya.” (HR. Tirmizi)

Al-Bani dalam Shahih al-Jami’ mengatakan bahwa kualitas hadis ini sahih.  Ulama berbeda pendapat tentang salat yang dimaksudkan pada hadis qudsi di atas.  Dalam Tuhfatul Ahwazi Al-Mubarakfuri berkata, yang dimaksud ‘salat di awal siang adalah salat Duha. Mereka di antaranya; Abu Daud, Tirmidzi, Al-Iraqi dan Ibnu Rajab al-Hanbali, sehingga mereka menggolongkan hadis di atas ke dalam bab Duha dalam kitab mereka.

Ada pula yang mengatakan salat isyraq, ada pula yang mengatakan salat sunnah Subuh dan fardunya, karena dia merupakan salat fardu pertama di siang hari. Seperti Ibnu Taimiyah, Ibnu Qayyim dan Asy-Syaukani.

Menurut al-Iraqi dalam Nailul Authar, awal hari diimulai dari terbitnya fajar, jika yang dimaksudkan adalah salat subuh dan salat sunah fajar maka redaksi dalam hadis lebih tepat memakai frasa awwalul yaum. Sedangkan hadis di atas menggunakan frasa awwalun nahar, yakni siang yang dimulai sejak terbitnya matahari. Maka tidak diragukan bahwa awal hari yang dimaksud dalam anjuran salat empat rakaat dalam hadis tersebut dilaksanakan setelah matahari terbit dan itu adalah salat Duha.

Baca Juga :  Dalil Fadilah Puasa sebagai Penahan Syahwat

Sedangkan yang dimaksud menjaga adalah menjaga urusannya hingga akhir hari. Ath-Thaiby berkata, maksudnya adalah ‘Aku lindungi kesibukan dan kebutuhanmu serta melindungi engkau dari segala keburukan setelah salatmu hingga akhir hari. Maksudnya, berkonsentrasilah beribadah kepada-Ku di awal hari, maka Aku akan tenangkan pikiranmu hingga akhir hari dengan memenuhi semua kebutuhanmu.

Perlindungan Allah hingga akhir hari yang dijanjikan dalam hadis di atas merupakan kebaikan yang kembali kepada hambanya yang salat Duha. Menurut al-Iraqi, makna perlindungan tersebut bisa lebih luas, termasuk dijaga dari keinginan melakukan dosa dan terhindar dari bencana yang tidak diinginkan. Wallahu’alam.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here