Inilah yang Harus Dilakukan saat Lupa Mengerjakan Rukun Shalat

5
6543

BincangSyariah.Com – Shalat merupakan rangkaian ibadah berupa perkataan dan perbuatan yang dilakukan dengan syarat-syarat tertentu, dimulai dari takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Perkataan dan perbuatan yang menjadi rangkaian tak terpisahkan dari shalat ini pada selanjutnya disebut dengan rukun-rukun shalat, baik rukun yang bersifat qauli (perkataan), maupun bersifat fi’li (perbuatan). (Baca: Mengapa Salat Kebanyakan Kita itu Tak Bisa Khusyuk? Ini Ulasan Menarik Ibnu Arabi)

Dalam fikih, keberadaan shalat tidak akan sempurna dan tidak akan menjadi sah kecuali apabila semua rukun-rukun shalat tertunaikan dengan bentuk dan urutan yang sesuai dengan yang dipraktekkan oleh Rasulullah. Oleh karena itu, bila seseorang sengaja meninggalkan salah satu rukun, maka shalatnya dianggap batal. Namun bagaimana bila seseorang yang lupa mengerjakan salah satu rukun shalat, kemudian baru ia mengingatnya baik ketika masih shalat maupun setelah shalat?

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, ulama menjelaskan beberapa tata cara  dengan mengaitkan keadaan seseorang saat ingat bahwa telah meninggalkan salah rukun shalat. Pertama, bila ia baru ingat sebelum sampai melaksanakan pekerjaan sejenis pada rakaat berikutnya, maka ia wajib segera kembali ke posisi rukun yang tertinggal. Bila tidak segera dikerjakan, maka shalatnya menjadi batal. Semisal, ketika sujud ia teringat bahwa ia tidak membaca surat al-fatihah, maka ia langsung berdiri lagi dan membaca Fatihah. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam kitab Nihayatuz Zain  (74):

فَإِنْ تَذَكَّرَ الـمَـتْرُوْكَ قَبْلَ بُلُوْغِ فِعْلِ مِثْلِهِ مِنْ رَكْعَةٍ أُخْرَى فَعَلَهُ بَعْدَ تَذَكُّرِهِ فَوْرًا وُجُوْبًا، فَإِنْ تَأَخَّرَ بَطَلَتْ صَلَاتُهُ وَإِنْ قَلَّ التَّأَخُّرُ.

“Bila ia ingat rukun yang ia tinggalkan sebelum mencapai pekerjaan sejenis pada rakaat lain, maka wajib mengerjakannya lagi setelah ia ingat dengan bersegera. Bila ia masih menundanya (tidak segera mengerjakan) maka shalatnya batal walaupun penundaannya dalam waktu yang tidak lama”

Kedua, bila ia baru ingat setelah sampai pada rukun yang sama pada rakaat berikutnya, maka shalatnya tetap dilanjut dengan menambah satu rakaat.  Sebab, rakaat yang rukunnya tertinggal tadi dianggap lagha (sia-sia). keharusan menambah satu rakaat ini juga berlaku bila orang tersebut ingat telah meninggalkan suatu rukun, namun tidak mengetahui di rakaat mana rukunnya tertinggal.  Demikian keterangan dalam kitab Fathul Muin (38) serta I’anatut Thalibin  (1/305) :

Baca Juga :  Kultum: Kenapa Kita Dianjurkan Banyak Membaca Alquran Selama Ramadhan?

(وَلَوْ سَهَا غَيْرُ مَأْمُوْمٍ) فِيْ التَّرْتِيْبِ (بِتَرْكِ رُكْنٍ) كَأَنْ سَجَدَ قَبْلَ الرُّكُوْعِ أَوْ رَكَعَ قَبْلَ الفَاتِحَةِ لَغَا مَا فَعَلَهُ حَتَّى يَأْتِيَ بِالْـمَتْرُوْكِ

“Bila orang (selain makmum) lupa dalam tertib (dengan meninggalkan salah satu rukun) seperti sujud sebelum ruku’, atau ruku’ sebelum membaca fatihah, maka apa yang telah ia kerjakan menjadi sia-sia (tidak dianggap) sampai ia mengerjakan rukun yang ia tinggalkan

وَإِذَا عَلِمَ أَنَّهُ تَرَكَ سَجْدَةً وَلَمْ يَعْلَمْ أَهِيَ مِنَ الرَّكْعَةِ الأَخِيْرَةِ أَمْ مِنْ غَيْرِهَا جَعَلَهَا مِنْهُ وَأَتَى بِرَكْعَةٍ

“Jika ia tahu bahwa ia telah meninggalkan satu sujud, namun tidak mengetahui apakah sujud yang ia tinggalkan ada di rakaat terakhir atau rakaat lain, maka ia harus menjadikan sujud tersebut pada rakaat yang lainnya, serta menambah satu rakaat lagi”

Ketiga, bila ia baru ingat setelah mengucapkan salam pertama sebagai tanda telah melaksanakan shalat, maka hukumnya diperinci: bila ia ingat dalam waktu yang dekat, ia harus segera berdiri dan menambah rakaat yang ditinggalkan dan mengakhirinya dengan sujud sahwi. Tapi jika ia ingat setelah beberapa waktu yang lama, maka orang tersebut wajib mengulangi kembali shalatnya,sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam an-Nawawi dalam kitab al-Majmu’ (4/34):

إِذَا سَلَّمَ مِنْ صَلَاتِهِ ثُمَّ تَيَقَّنَ أَنَّهُ تَرَك رَكْعَةً أَوْ رَكْعَتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا، أَوْ أَنَّهُ تَرَكَ رُكُوْعًا أَوْ سُجُوْدًا أَوْ غَيْرَهُمَا مِنَ الأَرْكَانِ سِوَى النِّيَّةِ وَتَكْبِيْرَةِ الإِحْرَامِ فَإِنْ ذَكَرَ السَّهْوَ قَبْلَ طُوْلِ الفَصْلِ لَزِمَهُ البِنَاءُ عَلَى صَلَاتِهِ فَيَأْتِيْ بِالْبَاقِيْ وَيَسْجُدُ لِلسَّهْوِ، وَإِنْ ذَكَرَ بَعْدَ طُوْلِ الفَصْلِ لَزِمَهُ اسْتِئْنَافُ الصَّلَاةِ.

“apabila seseorang telah mengucapkan salam (shalatnya telah usai), kemudian ia yakin bahwa ia telah meninggalkan satu, dua, atau tiga rakaat, atau ia telah meninggalkan ruku’ atau sujud atau rukun lainnya kecuali niat dan takbiratul ihram, maka bila ingatannya segera datang, ia wajib bangun untuk menambahi apa yang telah ia lupakan dan kemudian sujud sahwi. Tapi bila ingatan itu datangnya setelah beberapa lama, maka ia harus mengulang kembali shalatnya.”

Sebagai catatan akhir, semua kondisi di atas berlaku bagi semua rukun shalat selain niat dan takbiratul ihram, dengan kata lain shalatnya menjadi batal bila yang ditinggalkan adalah niat atau takbiratul ihram. Dan juga sunnah untuk  sujud sahwi karena telah mengerjakan perbuatan yang membatalkan shalat bila dilakukan dengan sengaja, namun tidak membatalkan ketika dilakukan karena lupa.

Baca Juga :  Cara Melakukan Ruku' yang Benar saat Shalat

Wallahu a’lam.

5 KOMENTAR

  1. Assalamualaikum mau bertanya
    Tapi kalau kita sudah beres dan kita ada yang kelupaan, trs saya mengulangi shalat dari awal. Apakah dosa?

  2. Waalaikum salam. Bila sudah ingat setelah selesai shalat dalam waktu lama, silakan diulang. Dan tidak berdosa sebab tdk ada unsur kesengajaan dan main²

  3. assalamu’alaikum, bagaimana jika bacaan tahiyat akhir ada yg sedikit keliru, tapi baru teringat ketika memasuki waktu sholat setelahnya. apakah harus di qadha? apa yg harus sy lakukan. mohon dijawab

  4. assalamualaikum, bagaimana jika ingatnya keesokan harinya?apakah tetap ada kewajiban qadha? apa yg harus saya lakukan? mohon dijawab,,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here