Inilah Jenis-jenis Najis yang Dimaafkan (2-Habis)

2
5326

BincangSyariah.com – Pada bagian pertama telah dijelaskan terkait jenis-jenis najis yang dimaafkan jika dilihat dari sedikit atau banyaknya najis, dan hanya berupa bekas atau masih terlihat zatnya. Pada lanjutan tulisan ini akan dijelaskan bagian kedua dari jenis-jenis najis yang dimaafkan.

Dalam kitab Al-Asybah wa al-Nadhoir, Imam Al-Suyuthi mengatakan bahwa jenis-jenis najis yang dimaafkan jika dilihat dari tempat najis tersebut ada empat. Berikut keempat jenis najis tersebut;

Pertama, najis yang dimaafkan (ma’fu) jika mengenai air dan baju. Bentuk najis ini adalah najis yang sangat kecil sehingga tidak terlihat oleh mata, seperti debu kering yang najis, najis yang ada di mulut kucing dan anak kecil. Jenis najis ini juga dimaafkan jika mengenai cairan dan badan. Misalnya, kucing minum di suatu gelas atau gentong, maka sisa air tersebut tetap dinilai suci, tidak najis.

Kedua, najis yang dimaafkan jika mengenai air atau cairan, namun tidak dima’fu jika mengenai baju dan badan. Bentuk najis ini adalah bangkai hewan yang darahnya tidak mengalir, seperti bangkai lalat atau semut dan ulat yang hidup di air.

Oleh karena itu, jika ada bangkai lalat berada di baju, maka baju tersebut menjadi najis dan harus dicuci. Namun jika bangkai lalat tersebut jatuh atau berada di air, maka air tersebut dima’fu.

Ketiga, jenis najis yang dimaafkan jika mengenai baju atau badan, namun tidak dima’fu jika mengenai air. Bentuk najis ini adalah darah yang sedikit dan tanah jalanan. Misalnya, ada sedikit darah yang menempel di baju, maka baju tersebut tetap suci sehingga boleh dibawa salat dan lain sebaginya. Namun jika darah yang sedikit tersebut jatuh ke dalam air, maka air tersebut menjadi najis.

Baca Juga :  Hukum Memisahkan Diri dari Imam saat Salat Berjamaah

Keempat, najis yang dima’fu jika mengenai tempat saja, bukan baju atau badan dan air atau cairan. Bentuk najis ini adalah kotoran burung yang berkeliaran di masjid dan tempat tawaf. Kotoran ini dima’fu jika hanya mengenai tempat tertentu. Namun jika mengenai air, cairan, badan atau baju, maka tidak dima’fu.

Termasuk najis yang dimaafkan yaitu kotoran yang berada di perut ikan yang kecil. Namun kotoran ikan berukuran besar, maka dihukumi najis sehingga kotorannya wajib dikeluarkan dari perutnya.

2 KOMENTAR

  1. Kadar sedikitnya itu seberapa Ustadz?

    Karena saya lihat di keterangan Ulama bermacam-macam.
    Ada yang seukuran koin, ada yang seukuran kuku, ada yang seukuran kepalan tangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here