Ini Tiga Tahapan Bertobat yang Benar

0
1258

BincangSyariah.Com – Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan baik disengaja maupun tidak. Hal ini menunjukkan bahwa dirinya sering lupa dan memiliki banyak kekurangan, dan penciptanya sebagai Dzat yang Maha sempurna.

Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang mau bertobat, memperbaiki diri agar tak terulang kembali. Nabi Muhammad sebagai Utusan Allah yang selalu dijaga dari hal-hal dosa, tiap hari selalu membaca istighfar lebih dari 70 kali. Hal ini sesuai Hadis Nabi,

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: والله إني لأستغفر الله، وأتوب إليه، في اليوم، أكثر من سبعين مرة

Artinya:

”Abu Hurairah berkata, ‘Saya mendengar Rasulullah bersabda, ‘Demi Allah, Saya selalu meminta ampun (beristighfar) kepada Allah, dan bertobat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali.’” (HR. Bukhari).

Imam Nawawi dalam Riyadhu Sholihin menjelaskan tentang kewajiban bertobat dari segala dosa. Bila kesalahannya berkaitan dengan Allah maka ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.

Pertama, meninggalkan segala macam kemaksiatan.

Kedua, menyesali kesalahan yang telah dilakukan.

Ketiga, berusaha untuk tidak mengulanginya lagi.

Adapun kesalahan yang berkaitan dengan sesama manusia maka syarat tobatnya seperti penjelasan di atas, serta ditambah dengan meminta maaf, mencari kerelaan (ridha) dari orang tersebut. Jika berkaitan dengan barang atau benda maka harus diganti atau mengembalikan kepada orang yang memiliki.

Dari penjelasan ini dapat dipahami bahwa agar tobat seseorang diterima oleh Allah maka syarat-syarat di atas harus terpenuhi dengan baik. Bila tidak, maka akan merugikan dirinya sendiri dan orang lain.

Tulisan ini sudah dipublikasikan di Islami.co

Baca Juga :  Membangun Masjid, Apa sih Keutamaannya?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here