Ini Tanda Ibadah Ramadhan Diterima Menurut Habib Umar bin Hafidz

0
1327

BincangSyariah.Com – Ramadhan telah berlalu dan kita saat ini telah memasuki tanggal 3 Syawal. Di bulan Syawal ini, ada salah satu ibadah yang sunnah dikerjakan bahkan disebutkan dalam hadis bahwa siapa yang melakukan ibadah ini setelah berpuasa Ramadhan, nilainya sama dengan puasa satu tahun. Ibadah tersebut adalah puasa enam hari di bulan syawal.

Selain berpuasa, sejumlah ibadah lain sejatinya baik untuk kita tingkatkan karena kita sudah dibiasakan untuk banyak beribadah di bulan Ramadhan dengan berpuasa yang wajib dan ibadah sunnah lainnya. Ibadah menjadi mengendur setelah bulan Ramadhan selesai justru menjadi pertanyaan bagi kita, mengapa ibadah yang banyak kita lakukan di bulan Ramadhan itu tidak lagi sesemangat di luar Ramadhan. Al-Habib Umar bin Hafidz, ulama besar asal Tarim, Hadramaut, Yaman punya penjelasan tentang tanda ibadah Ramadhan diterima. Menurutnya, jika kita mempertahankan mengerjakan amalan-amalan wajib dan sunnah di setelah bulan Ramadhan selesai, itu menunjukkan kalau kita sudah menjalankan ibadha di bulan Ramdahan dengan baik. Berikut kalam beliau seperti dikutip dari akun resmi Instagram beliau, @habibomarcom,

أيها المؤمن بالله، ان خرجت من رمضان والإيمان أقوى في قلبك، وصرت في شوال تتجنب النظر الحرام، وتتجنب قطيعة الأرحام، وتتجنب عقوق الوالدين، وتتجنب أذية الجار، وترعى الحقوق لأهلها … فقد قامت العلامة على قبولك وبلوغك رضا ربك، وصحة صيامك، وصحة قيامك

وإن خرجت من رمضان والنفس تشتهي المنظورات السيئة ، وتميل إلى الخبائث ولا تبالي أن يؤخر ابن لك أو ابنة الصلاة عن وقتها، ولا تبالي من أي باب دخل عليك الرزق، من حلال أو حرام أو شبهة … فالعلامة قائمة أنك لم تقبل ولا يصح لك الصوم على وجهه، ولم تكم من أهل رمضان، ولم تكن من أهل الإحسان، ولم تكن من أهل الصدق مع الرحمن

Baca Juga :  Sepuluh Perkara yang Membatalkan Puasa

 Wahai orang-orang yang beriman, jika engkau telah melewati Ramadan dan imanmu makin kuat di dalam hati, sehingga di bulan Syawal engkau jadi menjauhi: melihat hal yang haram; memutus silaturahmi; menyakiti orangtua; menyakiti tetangga, dan memperhatikan hak-hak orang, maka nyatalah tanda Allah menerimamu dan engkau sedang mencapai ridha Tuhan, puasamu dan shalat malammu benar-benar sah.

Namun jika engkau meninggalkan Ramadhan, lalu hawa nafsu tergerak melihat hal-hal yang buruk, cenderung pada dosa, engkau tidak perduli anak laki-laki atau perempuanmu ketika menunda-nunda shalat, tidak perduli dari mana saja sumber rezekimu, apakah dia halal, haram, atau syubhat … maka itu tanda yang nyata bahwa sesungguhkan engkau diterima-Nya, puasamu kemarin benar-benar tidak sesuai dengan ketentuan, dan engkau bukan tergolong “ahli Ramadhan” dan golongan orang-orang yang berbuat ihsan lagi tulus kepada yang Maha Pengasih.

Mari sejenak kita renungkan, apakah kita tergolong orang-orang yang ibadah Ramadhannya diterima atau tidak. Semoga Allah Maha Mengasihi kita, amiin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here