Ini Syarat-syarat Menyentuh Lawan Jenis yang Bisa Membatalkan Wudhu

0
580

BincangSyariah.Com – Dalam kitab Safinatun Najah disebutkan bahwa perkara yang membatalkan wudhu ada empat, di antaranya adalah menyentuh lawan jenis antara laki-laki dan perempuan. Baik disengaja atau tidak, jika terjadi persentuhan antara lawan jenis, maka wudhu keduanya batal. Hal ini berdasarkan firman Allah dalam surah Annisa’ ayat 43 berikut;

أَوْلاَمَسْتُمُ النِّسَاءَ

“Atau kalian telah menyentuh perempuan.”

Melalui ayat ini, ulama Syafiiyah mengatakan bahwa persentuhan lawan jenis antara laki-laki dan perempuan dapat membatalkan wudhu.  Namun demikian, persentuhan ini dapat membatalkan wudhu bila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut;

Pertama, tidak ada ikatan mahram antara keduanya. Jika ada ikatan mahram, maka persentuhan antara keduanya tidak membatalkan wudhu.

Kedua, anggota yang disentuh atau tersentuh antara kulit dan kulit, bukan rambut, kuku atau gigi. Bila hanya menyentuh rambut, atau menyentuh dengan kuku, maka wudhu keduanya tidak batal.

Ketiga, terjadi persentuhan langsung antara kulit laki-laki dan perempuan, tanpa ada penghalang seperti kain, plastik dan lain sebagainya. Jika ada penghalang, maka wudhu keduanya tidak batal.

Keempat, keduanya sudah mencapai batasan umur yang sudah bisa disukai lawan jenisnya atau disebut dengan haddun yusytaha.

Para ulama berbeda pendapat terkait ketentuan dan pengertian haddun yusytaha ini. Kebanyakan  ulama menentukan dengan menggunakan batasan urf atau kebisaan, sementara sebagian lagi menentukan dengan batasan usia.

Menurut kebanyakan ulama, yang menentukan seseorang sudah mencapai umur hadd yusytaha adalah urf atau kebiasaan. Artinya, jika menurut kebiasaan seorang anak laki-laki atau perempuan telah dianggap menimbulkan syahwat, maka menyentuhnya bisa membatalkan wudhu. Sebaliknya, jika belum dianggap menimbulkan syahwat, maka belum mencapai usia hadun yustaha. Karena itu, tidak membatalkan wudhu jika menyentuhnya.

Baca Juga :  Bolehkah Imam Salat Menggunakan Lafal Jamak dalam Setiap Doa?

Menurut sebagian ulama yang lain, haddun yusytaha diukur dengan batasan usia. Syaikh Assunbulawini mengatakan, seorang laki-laki dan perempuan sudah mencapai haddun yusytaha jika sudah berumur 7 tahun ke atas. Imam Abu Hamid mengatakan 4 tahun, sementara yang lain membatasi dengan umur 6 tahun.

Dengan demikian, jika empat syarat tersebut terpenuhi, maka persentuhan lawan jenis antara laki-laki dan perempuan bisa membatalkan wudhu. Namun, jika salah satu syarat tersebut tidak terpenuhi, maka wudhu keduanya tidak batal.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here