Ini Surah Pendek yang Sunnah Dibaca Saat Shalat Idul Fitri

0
5144

BincangSyariah.Com – Shalat sunnah Idul Fitri dilakukan sebanyak 2 rakaat, dan pada setiap rakaatnya dianjurkan membaca surah tertentu setelah membaca surah al-Fatihah. Untuk mengetahui tata cara shalat idul fitri di rumah secara lengkap, silakan baca tata cara sholat idul fitri di rumah lengkap Arab, Latin, dan Terjemah. Lantas apa surah pendek yang sunnah dibaca saat shalat idul fitri setelah membaca surah Alfatihah?

عن النعمان بن بشير رضي الله عنهما قال كان النبي صلى الله عليه وسلم يقرأ في العيدين وفي الجمعة بسبح اسم ربك الأعلى وهل أتاك حديث الغاشية رواه مسلم

Diriwayatkan dari Nu‘man bin Basyir yang menyampaikan bahwa Nabi itu membaca surah Sabbihisma Robbikal A‘la dan Hal Ataka Haditsul Ghosyiyah pada saat shalat Idul Fitri atau Idul Adha dan shalat Jumat (HR Muslim).

Menurut Imam al-Nawawi dalam Syarah al-Nawawi ‘ala Shahih Muslim ini menandakan bahwa membaca surah al-A‘la atau sabbihisma robbikal a‘la pada rakaat pertama setelah Alfatihah, dan surah al-Ghasyiyah atau hal ataka haditsul ghosyiyah pada rakaat kedua setelah Alfatihah itu sunnah sebagaimana penjelasannya berikut:

قَوْلُهُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ فِي الْعِيدَيْنِ وَفِي الْجُمُعَةِ بِ سَبِّحِ اسم ربك الأعلى وَهَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ فِيهِ اسْتِحْبَابُ الْقِرَاءَةِ فِيهِمَا بِهِمَا

Artinya:

Sabda Rasulullah saw. yang berisi informasi beliau membaca surah Sabbihisma Robbikal A‘la dan Hal Ataka Haditsul Ghosyiyah di shalat Idul Fitri atau Idul Adha dan shalat Jumat ini menandakan kesunahan membacanya.

Bagaimana jika kita tidak menghafal kedua surah tersebut? Bolehkah melihat mushaf?

Menurut ulama Syafiiyah, membaca Al-Quran dengan cara melihat mushaf hukumnya diperbolehkan dan shalat tetap dinilai sah. Shalat tidak batal meskipun membaca Al-Quran dengan melihat mushaf. Bahkan melihat mushaf terkadang menjadi wajib jika tidak bisa membaca surah Al-Fatihah kecuali dengan melihat mushaf.

Baca Juga :  Bersuci (Thaharah) itu Memiliki Empat Tingkatan Menurut Imam Al-Ghazali

Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu Syarh Al-Muhadzdzab berikut;

لَوْ قَرَأَ الْقُرْآنَ مِنْ الْمُصْحَفِ لَمْ تَبْطُلْ صَلَاتُهُ سَوَاءٌ كَانَ يَحْفَظُهُ أَمْ لَا بَلْ يَجِبُ عَلَيْهِ ذَلِكَ إذَا لَمْ يَحْفَظْ الْفَاتِحَةَ كَمَا سَبَقَ وَلَوْ قَلَّبَ أَوْرَاقَهُ أَحْيَانًا فِي صَلَاتِهِ لَمْ تَبْطُلْ

Apabila orang yang sedang shalat membaca Al-Quran dari mushaf, maka shalatnya tidak batal, baik dia hafal Al-Quran atau tidak. Bahkan dia wajib melakukan hal itu jika dia tidak hafal surah Al-Fatihah sebagamaina keterangan yang telah dijelaskan. Apabila ia sampai membolak balik lembaran mushaf, maka salatnya tetap tidak batal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here