Lupa Membaca Basmalah, Apa Solusi Agar Tetap Dapat Kesunahan?

3
6602

BincangSyariah.Com – Lupa membaca basmalah saat melakukan sesuatu, apa yang harus dilakukan? Membaca basmalah sebelum melakukan semua hal, baik ibadah maupun kegiatan sehari-hari adalah sunah hukumnya. Seperti saat mau melakukan wudhu, makan, belajar, dan seterusnya. Dalam sebuah Hadis Nabi berkata:

كُلُّ أَمْرٍ ذِي بَالٍ لَا يُبْدَأُ فِيهِ ببسم الله الرحمن الرحيم  أَقْطَعُ

Setiap hal baik, namun tidak diawali dengan bismillahirrahmanirrahim maka seperti hewan yang terpotong anggota tubuhnya (sedikit berkahnya).”

Namun kita tahu tahu bahwa salah dan lupa merupakan karakter dasar manusia. Meski sebenarnya hal tersebut bisa diminimalisir dengan adanya kehati-hatian dalam melakukan segala hal. Apalagi jika kita sedang terburu-buru dan melakukan kegiatan secara gugup (jawa: grusa-grusu), tentu akan rawan lupa membaca basmalah. Atau mungkin dengan secara sengaja kita meninggalkan kesunahan tersebut sebab sedang terburu-buru.

Bagaimana solusinya jika hal tersebut terjadi dan kita ingin tetap mendapatkan kesunahan?

Ulama telah memberi solusi mengenai hal tersebut. Jika memang di awal melakukan kegiatan kita meninggalkan bacaan basmalah baik itu dikarenakan lupa atau bahkan secara sengaja, kita masih bisa dan tetap mendapatkan kesunahan membaca basmalah di tengah-tengah kegiatan berlangsung.

Seperti contoh di awal kita mau melakukan wudhu atau makan kita meninggalkan bacaan basmalah, maka di tengah-tengah melakukan wudhu atau makan tersebut kita bisa mengucapkan basmalah dan tetap mendapatkan kesunahan. Adapun basmalah yang kita baca adalah sebagai berikut:

بِسْمِ اللهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ

Bismillah awwalahu wa akhirahu

“Dengan mengucap nama Allah pada awal dan akhirnya.”

Itu jika memang ingin dapat kesempurnaan. Namun jika tidak demikian, memakai basmalah yang seperti biasa juga tidak apa-apa.

Hal ini diungkapkan oleh Syaikh Bujairami dalam kitabnya Hasyiyah Iqna’ (j. 1 hal. 160),

فَإِنْ تَرَكَهَا سَهْوًا أَوْ عَمْدًا أَوْ فِي أَوَّلِ طَعَامٍ كَذَلِكَ أَتَى بِهَا فِي أَثْنَائِهِ فَيَقُوْلُ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ لِخَبَرِ إذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فَإِنْ نَسِيَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِي أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَقَالَ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَيُقَاسُ بِاْلأَكْلِ الْوُضُوءُ وَبِالنِّسْيَانِ الْعَمْدُ وَلاَ يُسَنُّ أَنْ يَأْتِيَ بِهَا بَعْدَ فَرَاغِ الْوُضُوءِ لاِنْقِضَائِهِ اهـ

“Jika dia meninggalkan basmalah baik sebab lupa maupun sengaja ketika awal makan, maka boleh membacanya di tengah-tengah. Sebab ada sebuah hadis Nabi, ‘Jika salah satu dari kalian makan maka sebuitlah nama Allah, jika lupa menyebut nama Allah di awal maka bacalah bismillah awwalahu wa akhirahu’. Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi. At-Tirmid”

Dan juga disebutkan dalam kitab Hasyiyah al-Jamal (j.1 hal. 123) dikatakan,

وَهَذَا بِالنِّسْبَةِ لِلأكْمَلِ فَلَوْ قَالَ بِسْمِ اللَّهِ فَقَطْ كَفَى

“Yang demikian itu (membaca bismillah awwalahu wa akhirah) adalah yang lebih sempurna. Namun jika mengucapkan bismillah saja sudah cukup.” Wallahu a’lam.

3 KOMENTAR

  1. Mau tanya khi… bagaimana hukum membaca basmalah setiap kali makan satu suapan? Semisal makan satu piring 30 suapan berarti membaca 30 kali basmala setiap suapan makan.!
    Maaf sebelumnya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here