Ini Posisi Perempuan Saat Menjadi Imam Shalat Berjemaah

0
666

BincangSyariah.Com – Pada umumnya, yang menjadi imam shalat berjemaah, baik di masjid atau di rumah, adalah kaum laki-laki. Meski demikian, orang perempuan bukan tidak boleh sama sekali untuk menjadi imam shalat berjemaah. Ia boleh menjadi imam shalat berjemaah untuk perempuan lainnya, baik dalam shalat fardhu maupun dalam shalat sunah.

Adapun posisi imam perempuan ketika menjadi imam shalat berjamaah, jika makmumnya hanya satu orang, maka posisinya sama dengan imam laki-laki dengan satu makmum, yaitu makmum berada di sebelah kanan imam dengan agak mundur sedikit.

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam kitab Hasyiyatus Syibramalisi berikut;

فإن لم يحضر إلا امرأة فقط وقفت عن يمينها أخذا مما تقدم في الذكور

“Jika tidak hadir kecuali hanya satu perempuan saja, maka dia berdiri di sebelah kanan imam perempuan sebagaimana disebutkan di depan terkait posisi laki-laki.”

Adapun jika makmumnya lebih dari satu, maka para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini. Menurut kebanyakan ulama, posisi imam perempuan berada di tengah dengan maju sedikit sehingga bisa dibedakan dari makmum lainnya. Hal ini sebagaimana telah dijelaskan oleh Imam Syairazi dalam kitab Al-Muhazzab berikut;

السنة أن تقف إمامة النساء وسطهن ، لما روي أن عائشة وأم سلمة أمتا نساء فقامتا وسطهن

“Sunnahnya imam perempuan berdiri di tengah makmum perempuan. Hal ini berdasarkan riwayat bahwa Sayidah Aisyah dan Ummu Salam mengimami makmum perempuan dan keduanya berdiri di tengah-tengah mereka.”

Sementara sebagian ulama mengatakan bahwa posisi imam perempuan disunahkan sejajar dengan para makmumnya. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Hawasyil Madaniyah berikut;

أن إمامة النساء يندب لها مساواة المؤتمات بها

“Sesungguhnya imam perempuan disunahkan sejajar dengan makmum perempuan yang lain. Akan tetapi disebutkan dalam kitab Hawasyil Minhaj karya Imam Syaubari dengan teks, ‘Beserta maju sedikit sekiranya imam perempuan tersebut bisa dibedakan dari makmumnya.’”

Baca Juga :  Bolehkah Para Perempuan Mendirikan Salat Jamaah Sendiri?

Berdasarkan keterangan di atas, jika makmum lebih dari satu orang, maka posisi imam perempuan boleh sejajar dengan makmum dan boleh juga maju sedikit sehingga bisa dibedakan dari makmum.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here