Ini Niat Kurban Sunnah dan Kurban Nazar

0
501

BincangSyariah.Com – Udhiyah atau kurban termasuk ibadah yang membutuhkan niat, baik kurban sunnah maupun kurban nazar. Bahkan para ulama menyebutkan bahwa niat merupakan syarat sah dalam ibadah kurban.

Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu berikut;

والنية شرط لصحة الاضحية

Niat merupakan syarat sah dari ibadah kurban.

Niat dalam kurban boleh dilakukan pada saat menyembelih hewan kurban atau dilakukan sebelum menyembelih, yaitu ketika menentukan hewan yang hendak dijadikan kurban. Menurut pendapat ulama yang shahih, niat kurban tidak harus dilakukan pada saat menyembelih, namun boleh dilakukan sebelumnya pada saat menentukan hewan yang hendak dijadikan kurban, sebagaimana niat puasa boleh dilakukan sebelumnya, tidak harus bersamaan dengan awal melakukan puasa.

Ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu berikut,

وهل يجوز تقديمها على حالة الذبح ام يشترط قرنها به فيه وجهان اصحها جواز التقديم كما في الصوم والزكاة على الصح

Bolehkah mendahulukan niat sebelum menyembelih hewan kurban ataukah disyaratkan harus bersamaan dengan penyembelihan hewan kurban?. Dalam hal ini ada dua pendapat; pendapat yang paling sahih, boleh mendahulukan niat sebelum menyembelih sebagaimana untuk puasa dan zakat, menurut pendapat yang paling shahih.

Adapun niat kurban sunnah adalah sebagai berikut;

نَوَيْتُ الْأُضْحِيَّةَ الْمَسْنُوْنَةَ للهِ تَعَالَى| نَوَيْتُ أَدَاءَ سُنَّةِ التَّضْحِيَةِ للهِ تَعَالَى

Aku niat melakukan kurban sunnah karena Allah|Aku niat melaksanakan kesunnahan kurban karena Allah.

Sementara niat kurban nazar atau wajib adalah sebagai berikut;

نَوَيْتُ الْأُضْحِيَّةَ اْلمَنْذُوْرَةِ للهِ تَعَالَى| نَوَيْتُ أَدَاءَ التَّضْحِيَةِ للهِ تَعَالَى

Aku niat melakukan kurban nazar karena Allah|Aku niat melaksanakan kurban karena Allah.

Ini sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Zainuddin Al-Malibari dalam kitab Fathul Mu’in berikut;

يُشْتَرَطُ فِيْهَا اَلنِّيَّةُ عِنْدَ الذَّبْحِ أَوْ قَبْلَهُ عِنْدَ التَّعْيِيْنِ لِمَا يُضَحِّيْ بِهِ وَمَعْلُوْمٌ أَنَّهَا بِالْقَلْبِ وَتُسَنُّ بِاللِّسَانِ فَيَقُوْلُ نَوَيْتُ الْأُضْحِيَّةَ الْمَسْنُوْنَةَ أَوْ أَدَاءَ سُنَّةِ التَّضْحِيَةِ فَإِنِ اقْتَصَرَ عَلَى نَحْوِ الْأُضْحِيَّةِ صَارَتْ وَاجِبَةً يَحْرُمُ الْأَكْلُ مِنْهَا

Disyaratkan niat dalam kurban saat menyembelih atau sebelumnya ketika menentukan hewan yang hendak dijadikan kurban. Sudah diketahui bahwa niat dilakukan dalam hati dan sunnah diucapkan dengan lisan. Niatnya adalah; Nawaitut tadh-hiyatal masnuunata atau adaa-a sunnatit tadh-hiyati. Jika seseorang hanya menyebut ‘udh-hiyah’, maka menjadi kurban wajib yang haram memakannya.

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here