Ini Lima Macam Zakat Maal yang Wajib Kamu Tahu

0
2471

BincangSyariah.Com – Selama ini, mungkin istilah zakat lebih umum dipahami sebagai zakat fitrah saja. Akan tetapi, dalam perihal zakat, tidak hanya ada satu macam zakat fitrah saja. Terdapat pula zakat maal. Maal merupakan suku kata yang berasal dari bahasa arab yang berarti harta. Zakat maal diwajibkan atas harta yang dimiliki oleh setiap individu berdasarkan syarat dan ketentuan tertentu. Apa saja harta yang masuk dalam kriteria zakat maal yang wajib dikeluarkan zakatnya?

Pertama, Zakat Pertanian.

Hasil pertanian yang wajib dizakati ada empat macam, yaitu: sya’ir (gandum kasar), hinthoh (gandum halus), kurma dan kismis (anggur kering). Untuk komoditas pertanian yang lain, bisa diqiyaskan pada empat komoditas tersebut.

Kedua, Zakat Perdagangan.

Harta perdagangan adalah sesuatu (selain uang) yang digunakan untuk menjalankan perdagangan, baik dengan pembelian maupun penjualan, yang bertujuan memperoleh keuntungan. Harta perdagangan meliputi makanan, pakaian, kendaraan, barang-barang industri, hewan, barang-barang tambang, tanah, bangunan, dan lain-lain, yang bisa diperjualbelikan.

Ketiga, Zakat Hewan Ternak.

Ada tiga jenis hewan ternak yang wajib dizakati, yaitu: Unta dengan berbagai macam jenisnya, Sapi dengan berbagai macam jenisnya termasuk kerbau dan Kambing dengan berbagai macam jenisnya termasuk kambing kacang (ma’iz) dan domba.

Keempat, Zakat Emas, Perak dan Barang Tambang.

Emas dan perak wajib dizakati jika cukup nishabnya yaitu nishab emas 20 mithqol, nishab perak 200 dirham, mereka memberi syarat yaitu berlalunya waktu satu tahun dalam keaadan nishab juga jumlah wajib dikeluarkan adalah 2,5%.

Kelima, Zakat Penghasilan

Barangkali bentuk penghasilan yang paling menyolok pada zaman sekarang ini adalah apa yang diperoleh dari pekerjaan dan profesinya. Pekerjaan yang menghasilkan uang ada dua macam.

Pertama adalah pekerjaan yang dikerjakan sendiri tanpa tergantung kepada orang lain, berkat kecekatan tangan ataupun otak. Penghasilan yang diperoleh dengan cara ini merupakan penghasilan profesional, seperti penghasilan seorang doktor, insinyur, advokat seniman, penjahit, tukang kayu dan lain-lainnya.

Kedua, adalah pekerjaan yang dikerjakan seseorang buat pihak lain-baik pemerintah, perusahaan, maupun perorangan dengan memperoleh upah, yang diberikan, dengan tangan, otak, ataupun kedua-duanya. Penghasilan dari pekerjaan seperti itu berupa gaji, upah, ataupun honorarium.

Demikian macam-macam harta yang wajib dizakati. Adapun pembahasan setiap zakat akan dijelaskan dalam artikel-artikel selanjutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here