Ini Keutamaan Bersiwak Sebelum Salat

0
191

BincangSyariah.Com –Bersiwak hukumnya sunnah, baik dilakukan ketika bangun tidur,  sebelum salat, atuapun keadaan-keadaan lainnya. Bersiwak adalah aktivitas yang ringan namun memiliki faedah yang banyak, baik di dunia dan di akhirat. Kita bisa memiliki gigi yang lebih putih dan bersih dengan rajin bersiwak. Namun dengan bersiwak, kita juga bisa mendapatkan ridla Allah. berdasarkan hadis Nabi yang dikuti dalam Taisir Alam:

السِّوَاكَ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِّ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ

“Siwak merupakan kebersihan bagi mulut dan keridhaan bagi Rabb” (HR Ahmad)

Sebab itulah Rasulullah senang bersiwak dan menganjurkan ummatnya untuk mengikuti langkahnya yang gemar bersiwak. Menurut Imam Abu Suja’, salah satu waktu yang sangat disunnahkan untuk bersiwak adalah ketika hendak melakukan salat. Kenapa sebelum salat? Adakah perbedaan salat ayng dimulai dengan bersiwak terlebih dahulu dengan salat yang tanpa salat?

Dari Aisyah, Rasulullah bersabda:

تفضل الصلاة التي لها على الصلاة التي لا يستاك لها سبعين ضعفا

Salat yang dikerjakan setelah bersiwak lebih utama tujuh puluh kali lipat daripada salat yang dikerjakan tanpa bersiwak

Perbedaanya adalah tujuh puluh kali lipat antara salat yang bersiwak dan tanpa bersiwak. Keutamaan yang luar biasa yang bisa dijadikan motivasi untuk mengikuti sunnah nabi yang gemar bersiwak. Kalau bukan karena akan memberatkan kita, Rasulullah akan memerintahkan kita untuk bersiwak setiap akan mendirikan salat. Kita diperintahkan bersiwak agar kita senantiasa dalam keadaan sempurna dan dalam keadaan bersih dalam menunaikan ibadah salat, mengingat betapa mulianya pertemuan hamba dan Tuhannya dalam salat.

Bahkan juga disebutkan dalam Taisir Alam, bahwa yang demikian itu agar malaikat tidak terganggu dengan bau seseorang yang tidak sedap. Hadis dari Jabir radhiyallah ‘anhu, Nabi bersabda::

Baca Juga :  Niat Lengkap Qadha Shalat yang Terlewat Disertai Latin dan Terjemahan

مَنْ أَكَلَ الثَّوْمَ أَوِ الْبَصَالَ أَوِ الْكَرَّاثَ فَلاَ يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا لأَنَّ الْمَلاَئِكَةَ تَتَأَذَّى مِمَّا يَتَأَذَّى بِهِ بَنُوْ آدَمَ

“Barang siapa yang makan bawang putih atau bawang merah atau bawang bakung maka janganlah dia mendekati mesjid kami. Sesungguhnya malaikat terganggu dengan apa-apa yang bani Adam terganggu dengannya” 

Rasulullah tidak hanya bersiwak ketika hendak menunaikan salat saja, melainkan dalam berbagai kegiatan. Namun untuk kita, belajar bersiwak sebelum menunaikan salat akan sangat bermakna bagi kehiduan dunia dan akirat, sebagaimana penjelasan di atas. Semoga kita termasuk ummat Nabi Muhammad yang senantiasa mengikuti sunnah-sunnhnnya. Amin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here