Ini Hukum Berjamaah Salat bagi Tunanetra atau Tunarungu

1
762

BincangSyariah.Com – Tidak semua manusia hidup dalam kondisi tubuh yang normal. Ada yang ditakdirkan Allah Swt. tidak bisa melihat atau tunanetra ada yang pula yang ditakdirkan tidak bisa bicara dan mendengar atau tunawicara dan tunarungu. Lalu bagaimana hukum salat jamaahnya orang yang tuna netra atau tunarungu tersebut? Bukankah syarat salat jamaah itu harus mengetahui gerakan imam selama salat?

Salat jamaahnya umat Muslim yang difabel yang tidak dapat melihat gerakan imam atau mendengarkan bacaan imam itu sah selama ia memenuhi rukun dan syarat salat. Selain itu ia telah memenuhi syarat menjadi makmum yang ada lima. Yakni berdiri di belakang imam, mengikuti gerakan imam, mengetahui gerakan imam, berada di satu tempat yang sama (masjid), dan niat mengikuti imam. (baca di sini)

Meskipun yang tunanetra tidak bisa melihat gerakan imam, tetapi ia masih mampu mendengar bacaan dan takbir imam, sehingga dengan itu ia dapat mengetahui gerakan imam. Dan bagi yang tunawicara dan tunarungu ia masih mampu melihat gerakan imam atau makmum di depan atau sebelahnya, sehingga ia pun dapat mengikuti gerakan imam. Maka hal ini cukup baginya.

Dan salah satu sahabat Nabi saw. juga ada yang tunanetra, yakni Ibnu Ummi Maktum. Ia pun tetap rajin salat jamaah, bahkan ia menjadi salah satu muazin Nabi Saw. Jadi, keterbatasan yang kita miliki tidak boleh mengendorkan kita untuk salat berjamaah. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

100%

1 KOMENTAR

  1. […] BincangSyariah.Com – Dalam sebuah pengajian, ada seorang ustadz yang menjelaskan bahwa orang buta atau tuna netra lebih baik untuk menjadi imam dibanding orang yang normal penglihatannya. Ini disebabkan karena orang yang buta tidak pernah melihat maksiat. Benarkah orang buta lebih utama menjadi imam karena tidak pernah melihat maksiat? (Hukum Shalat Berjemaah bagi Tunanetra dan Tunarungu) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here