Ini Dua Jenis Salat Sunah yang Boleh Diqada

0
2662

BincangSyariah.Com – Dalam Islam, bagaimana hukum mengqada salat sunah, apakah boleh?

Melakukan salat sunah di waktu yang lain dengan niat qada hukumnya boleh asal memenuhi dua syarat. Pertama, salat sunah tersebut sudah biasa dilakukan. Kedua, salat sunnah tersebut memiliki waktu khusus atau termasuk sunah mutlak.

Di dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin, Habib Abdurrahman menjelaskan bahwa ada dua jenis salat sunnah yang boleh diqada’ jika ditinggalkan. Beliau berkata;

يندب قضاء النفل المؤقت كالعيد والوتر والرواتب مطلقا بل لو اعتاد شيئا من النفل المطلق فتركه في وقته المعتاد ولو لعذر سن له قضاءه لئلا تميل الدعة والرفاهية

“Disunnahkan mengqada salat sunnah yang mempunyai waktu seperti salat Id, Witir, Rawatib secara umum. Bahkan jika seseorang terbiasa melakukan salat sunnah mutlak, kemudian meninggalkannya pada waktu yang biasa dilaksanakan meskipun sebab ada uzur, maka sunnah baginya mengqada salat sunnah mutlak tersebut agar dirinya tidak condong pada kebiasaan enak-enak dan mewah-mewahan.”

Berdasarkan keterangan ini, maka ada dua jenis salat sunah yang boleh diqada, sebagaimana berikut;

Pertama, salat sunah muakkad atau memiliki waktu khusus, seperti salat Rawatib, salat Witir, salat Duha, salat Idulfitri atau Iduladha, dan lainnya.

Kedua, salat sunnah mutlak yang biasa dilakukan di waktu tertentu. Misalnya, salat sunnah mutlak yang kerjakan di waktu antara Magrib dan Isya’.

Adapun salat sunnah yang tidak biasa dilakukan atau biasa dilakukan namun termasuk salat sunah yang dianjurkan karena ada sebab tertentu, seperti salat Tahiyatil masjid dan salat sunah wudu, maka tidak boleh diqadha’ jika sebabnya sudah hilang. Habib Abdurrahman dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin berkata;

ولا يجوز قضاء ذي السبب كالكسوف والتحية

“Dan tidak boleh mengqadha’ salat sunnah yang dianjurkan karena ada sebab, seperti salat gerhana dan tahiyatul masjid.”

Oleh karena itu, boleh mengqadha’ salat sunah Duha yang biasa dilakukan di waktu Zuhur. Hal ini karena salat sunah Duha termasuk salat sunah yang muakkad atau memiliki waktu khusus, yaitu sejak meningginya matahari hingga menjelang waktu Zuhur tiba.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here