Ini Cara Menciptakan Kebahagiaan dengan Salat Tahajud Menurut Rumi

0
1036

Datanglah

MESKI telah kau lanGgar janjimu seribu KALI

DATANG, dan datanglah lagi 

Kumpulan kita bukanlah kafilah keputusasaan

BincangSyariah.Com – Syair Rumi di atas mengajarkan bahwa tangan Allah selalu terbuka untuk kita kapan saja, betapa pun sering kita berbuat maksiat kepada-Nya.  Waktu tahajud adalah salah satu waktu mustabah untuk memohon ampunan-Nya. Dan juga waktu yang pas untuk merajut setiap doa dan harapan yang kita inginkan. Dari situlah kita bisa menciptakan sebuah kebahagiaan. Sebab doa yang dipanjatkan dalam waktu salat tahajud adalah bak anak panah yang tepat mengenai sasarannya.

Dengan demikian, kita yang mampu mengerjakan salat tahajud dengan konsisten akan membuat kita semakin dekat dengan sang Ilahi. Kedekatan ini niscaya akan membuat hati dan batin kita kian tenang dalam menghadapi kehidupan yang penuh dinamika ini. Ketenangan ini hanya bisa didapat ketika kita merasa dekat dengan Sang Pelindung Sejati. Ketenangan hati, ketenteraman pikiran, dan kejernihan nurani pelan-pelan akan mengendap dalam segenap raga yang mampu menjalani tahajud dengan tekun.

Di saat hati, pikiran, dan raga sudah tenang, di situlah akan hadir sebuah kebahagiaan. Karena pada hakikatnya, ketenangan hati dan pikiran adalah bahan dasar untuk menciptakan kebahagiaan. Aura kebahagiaan itu akan terus mengendap pada jiwa yang secara permanen menjalani tahajudnya dengan penuh cinta. Sebab interaksi yang intens dan kedekatan kepada-Nya sudah menjadi rutinitasnya.

Sebuah riset menjelaskan betapa besar dampak rasa ketenteraman dan kebahagiaan yang didapat oleh mereka yang mampu menjalani salat tahajud dengan konsisten. Mereka bisa lebih produktif, mampu berfikir kreatif, serta lebih ulet dalam menghadapi tantangan kehidupan. Dan setiap mereka yang bisa istiqamah menjalankan salat tahajud, mereka merasakan kebahagiaan yang menjalar dalam segenap relung raganya.

Baca Juga :  Apakah Menyentuh Istri Membatalkan Wudu?

Penjelasan di atas meyakinkan kita bahwa salat tahajud memang membawa kita pada tempat yang mulia. Tempat yang bukan hanya sebuah tempat di mana kita berada atau tinggal, melainkan juga sebuah tempat yang merupakan lentera hidup ini yaitu hati. Hati yang mulia, yang tanpa menyebutkan banyak alasan ia bangkit mengerjakan tahajjudnya. Yang demikian ini,  Allah akan memberinya kemuliaan dan kewibawaan. Dalam hadis disebutkan:

وَاعْلَمْ أَنَّ شَرَفَ الْـمُؤْمِنِ قِيَامُهُ بِاللَّيْلِ

Dan ketahuilah, bahwa kemuliaan dan kewibawaan seorang Mukmin itu ada pada salat malamnya

Jemput kebahagiaan dengan mulai bersujud di keheningan malam. Sebab malam selanjutnya adalah malam syahdu dengan suka cita di mana kita bisa menghamparkan doa-doa dan semua harapan kepada-Nya.  Akhir kata, berbahagialah dengan istiqamahnya salat tahajud.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here