Ini Cara Agar Tetap Dapat Pahala I’tikaf Meskipun hanya di Rumah

0
1261

BincangSyariah.Com – Bagaimana cara agar tetap dapat pahala I’tikaf meskipun hanya di rumah ? Kita tahu i’tikaf di masjid merupakan diantara kesunahan yang bisa dilakukan sepanjang tahun, namun lebih disunnahkan lagi dikerjakan di sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan. Selain i’tikaf, banyak umat muslim juga merindukan untuk melaksanakan shalat tarawih berjamaah di masjid, meskipun melaksanakannya di masjid bukan sebuah kewajiban.

I’tikaf oleh mayoritas ulama, sunnah dilakukan di masjid meskipun hanya duduk sesaat namun diniatkan I’tikaf, kesunahan sudah didapatkan. Sementara jika dilakukan di rumah, mayoritas ulama umumnya mengatakan tidak mendapatkan kesunahan, kecuali untuk perempuan. Meskipun pendapat perempuan sah I’tikaf di rumah juga terjadi perbedaan pendapat di dalam mazhab Syafi’i.

Namun demikian, kondisi pandemi saat ini membuat sejumlah tempat ibadah termasuk masjid ditutup untuk kegiatan shalat berjamaah untuk menghindari penyebaran Covid-19 sebagai bagian dari kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). I’tikaf di masjid pun tidak bisa dilakukan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Kita tidak perlu kecewa. Berniat – bukan dalam pengertian fikih – atau berkeinginan kuat untuk melakukan kebaikan adalah sesuatu yang baik, termauk iktikaf. Tapi ada kemaslahatan yang lebih besar yaitu bersama-sama mencegah penyebaran Covid-19 dengan melakukan apa yang disebut jaga jarak secara fisik (physical distancing).

Terkait dengan agar tetap dapat pahala iktikaf meskipun hanya di rumah, ada salah satu hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari ‘Ibn ‘Abbas radhiyallahu ‘anh,

“إِنّ الله كَتَبَ الْحَسَنَاتِ وَالسّيّئَاتِ. ثُمّ بَيّنَ ذَلِكَ، فَمَنْ هَمّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا الله عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً وَإِنْ هَمّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا الله عَزّ وَجَلّ عِنْدَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ إِلَى أَضْعَافٍ كَثِيرَةٍ. وَإِنْ هَمّ بِسَيّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا الله عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً… وَإِنْ هَمّ بِهَا فَعَمِلَهَا، كَتَبَهَا الله سَيّئَةً وَاحِدَةً”

“sesungguhnya Alah mencatat hal-hal baik dan buruk. Kemudian Allah menjelaskan hal itu. Maka siapa yang berkeinginan kuat terhadap kebaik, tapi tidak bisa mengamalkannya, Allah mencatat pahala kebaikan itu kepadanya berupa pahala kabaikan yang sempurna. Kemudian jika seseorang berkeinginan berbuat baik, lalu mengamalkannya Allah akan mencatat kebaikan kepadanya sebanyak sepuluh sampai tujuh ratus derajat bahkan lebih bnyak lagi. Dan, jika seseorang berkeinginan berbuat buruk, lalu ia terhalang untuk melakukannya, Allah akan mencatatkan baginya satu kebaikan. Dan jika ia ingin melakukannya dan berhasil mengerjakannya, Allah catat baginya satu keburukan.

Lewat hadis ini, al-Imam Najmuddin at-Thufi, seperti dikutip oleh Ibn Hajar al-‘Asqalani mengatakan bahwa kehendak berbuat baik sebenarnya sudah merupakan kebaikan itu sendiri, sehingga mendapatkan ganjaran pahala. Bahkan, menurut al-Munawi dalam kitabnya Faidh al-Qadir, sebenarnya baik ada sebab penghalang atau tidak, seseorang kalau berniat berbuat kebaikan tapi tidak melakukannya, ia tetap mendapatkan ganjaran disisi Allah.

Hadis ini kiranya menjadi pelajaran bagi kita semua, apalagi kita yang tidak bisa melaksanakan I’tikaf karena memang ada sebab yang menghalangi secara jelas dan dibenarkan secara syariat yaitu menghilangkan bahaya. Sehingga insya Allah pahala i’tikaf meskipun hanya di rumah bisa didapatkan.

Selain itu, kalau kita lihat apa saja yang dilakukan saat i’tikaf, sebenarnya disunnahkan juga diperbanyak dilakukan di rumah. Misalnya, shalat sunnah, berzikir, membaca Al-Qur’an, semuanya juga dianjurkan untuk dilakukan di rumah. Bukankah Nabi Saw. sendiri juga pernah bersabda bahwa shalat sunnah itu utamanya dilakukan di rumah kecuali shalat wajib; memperbanyak membaca Al-Qur’an di rumah agar rumah tidak seperti kuburan; dan sabda-sabda Nabi yang lain yang sesungguhnya membenarkan untuk menghiasi rumah kita dengan ibadah. Wallahu A’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here