Imam Membaca Ayat Sajadah Ketika Shalat Sirriyah, Apakah boleh?

0
19

BincangSyariah.Com – Ayat sajadah lazim dibaca ketika melaksanakan shalat jahr (Subuh, Magrib, dan Isya). Di Indonesia, ghalib seorang Imam membaca ayat sajadah pada saat melaksanakan shalat subuh di hari Jumat. Namun, ada permasalahan, terkadang ada seorang Imam yang membaca ayat sajadah pada saat melaksanakan shalat as-sirriyah  (dzuhur dan ashar). Dalam hukum fiqih, seorang Imam membaca ayat sajadah ketika shalat sirriyah, apakah boleh?

Misalnya, Ustdaz Yahya menjadi Imam shalat Ashar di Masjid Nurul Yaqin. Kemudian, pada rakaat kedua Ustdaz Yahya membaca Q.S As-Sajdah yang notabenenya mengandung ayat sajadah. Nah, timbul pertanyaan, apakah dibenarkan membaca ayat sajadah ketika melaksanakan  shalat Ashar?

Adapun hukum seorang Imam membaca ayat sajadah ketika melaksanakan shalat as-sirriyah, terjadi perbedaan pendapat di antara ulama.

Pertama, boleh hukumnya membaca ayat sajadah ketika shalat as-sirriyah. Pendapat ini difatwakan oleh kebanyakan ulama dari kalangan mazhab As-Syafi’i. Salah satu ulama dari kalangan Syafi’I, Imam Nawawi mengatakan bahwa tak ada larangan membaca ayat sajadah ketika salat sirriyah.

Imam Nawawi berkata dalam Majmu Syarah Muhadzab:

لا يكره قراءة السجدة عندنا للإمام كما لا يكره للمنفرد، سواء كانت الصلاة سرية أو جهرية، ويسجد متى قرأه

 Artinya: Tidak ada larangan  bagi seorang Imam ketika salat berjamaah atau orang yang salat sendirian (munfarid) membaca ayat sajadah, sama ada shalat itu sirriyah atau jahr. Dan ia sujud tilawah ketika membaca ayat sajadah.

Para ulama Syafi’i  menjadikan dalil dari hadist Nabi Muhammad, Rasulullah bersabda:

ابن عمر أن النبي صلى الله عليه وسلم سجد في الركعة الأولى من صلاة الظهر، فرأى أصحابه أنه قرأ ( الم تنزيل ) السجدة  عن

Artinya: Dari Umar bin Khattab, sesungguhnya nabi Muhammad sallohu alaihi wasalam melaksanakan sujud tilawah pada raakaat pertama ketika melaksanakan shalat zuhur. Para sahabat berpendapat bahwa Rasulullah bahwa Nabi Muhammad membaca (alif, lam mim tanzil) ayat sajadah.

Kedua, ada ulama yang melarang membaca ayat sajadah ketika shalat as-sirriyah. Menurut Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz makruh hukumnya membaca ayat sajadah ketika melaksanakan shalat sirriyah. Pun ketika seorang Imam membaca ayat sajadah dalam shalat sirriyah, maka tidak disunatkan ia untuk sujud tilawah.

Dalam Fatwanya Ibn Baz  menulis;

ما كان ليسجد فيها في السرية، السنة ألا يقرأ بها، وإن قرأ بها فلا يسجد؛ لا يشوش على الناس

Artinya: Tidak ada anjuran untuk sujud tilawah pada saat shalat sirriyah. Bahkan disunatkan untuk tak membaca ayat sajadah, pun ketika terlanjur membacanya, maka  jangan ia melakukan sujud tilawah. Bila ia sujud akan membuat Jamaah was-was atau bingung. 

Ulama dari Mazhab Abu Hanifah mengeluarkan fatwa, bahwa makruh bagi Imam membaca ayat sajadah ketika shalat sirriyah. Alasannya bila Imam membaca ayat sajadah, lalu sujud tilawah, langkah itu akan membuat makmum bingung.  Imam Ibn qudamah dalam al-Mugni Jilid II, halaman 371. Berikut perkataan Ibn qudamah:  

فصل: قال بعض اصحبنا: يكره للامام قرأة السجدة في الصلاة لا يجهر فيها.  وان قرأ لم يسجد. وهو قول ابي حنيفة

Artinya:  Berkata sebagian ulama kita: makruh hukumnya bagi seorang Imam membaca ayat sajadah pada saat melaksanakan shalat yang tidak jahr (baca: Ashar dan Zuhur). Pun ketika imam membacanya, maka tidak sunat melaksanakan sujud. Ini pendapat ulama dari kalangan Imam Abu Hanifah.

Demikian penjelsan

(Baca: Mendengar Ayat Sajadah dari Radio, Apakah Tetap Sunnah Sujud Tilawah?)

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here