Imam dan Makmum Bisu, Apakah Sah Salat Jamaahnya?

0
643

BincangSyariah.Com – Dalam Islam, orang yang bisu tetap diwajibkan untuk melaksanakan salat fardu. Meskipun ia tidak mampu berbicara dengan normal, jika ia sudah balig dan memiliki akal normal, maka ia dikenai beban untuk melakukan kewajiban-kewajiban agama, seperti salat dan lainnya. Dalam pelaksanaan salat fardu, di sebuah panti kadang dijumpai orang yang bisu bermakmum pada imam yang bisu, apakah sah salat jamaahnya?

Mengenai masalah ini, para ulama memberikan beberapa perincian terkait hukum orang bisu bermakmum pada orang bisu.

Pertama, orang yang bisu asli atau bisu sejak lahir tidak boleh bermakmum pada imam yang bisu asli atau bisu sejak lahir juga.

Kedua, orang yang bisu asli atau bisu sejak lahir boleh bermakmum pada imam yang bisu tidak asli atau bukan sejak lahir, entah bisu setelah dewasa atau lainnya.

Ketiga, orang yang bisu tidak asli atau bukan sejak lahir tidak boleh bermakmum pada imam yang bisu asli atau sejak lahir.

Keempat, orang yang bisu tidak asli tidak boleh bermakmum pada imam yang bisu bukan asli atau bisu bukan sejak lahir.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Hasyiyah al-Syarqawi berikut;

فإن كان احدهما أصليا دون الاخر صح اقتداء الاصلى بالطارئ دون عكسه . وان كان عارضين لم يصح اقتداء احدهما بالآخر على المعتمد ؛

“Jika salah satunya bisu asli (sejak lahir) dan yang lain tidak (bukan sejak lahir), maka orang yang bisu asli atau sejak lahir boleh bermakmum pada orang yang bisu tidak asli atau bukan sejak lahir. Jika keduanya bisu bukan sejak lahir, maka tidak sah salah satu dari keduanya bermakmum pada yang lain menurut pendapat yang kuat.

Baca Juga :  Hukum Puasa Selama Setahun Penuh

Dalam kitab Bujairimi ‘ala al-Khatib disebutkan bahwa orang yang bisu tidak boleh bermakmum pada imam yang bisu. Hal ini sebagaimana disebutkan berikut;

وفى نهاية المحتاج : عدم صحة اقتداء أخرس بأخرس ولو عجز إمامه فى أثناء صلاته عن القراءة لخرس لزمه مفارقته بخلاف ما لو عجز عن القيام لأن اقتداء القائم بالقاعد صحيح

“Disebutkan dalam kitab Nihayatul Muhta mengenai orang bisu yang tidak sah mengikuti orang bisu. Karena itu, jika di pertengahan salat imamnya tidak bisa membaca karena bisu, maka wajib bagi makmum untuk memisahkan diri. Berbeda jika imam tidak mampu berdiri, karena orang yang mampu berdiri berjamaah pada orang yang duduk dihukumi sah.”

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here