Hukum Tidak Memakai Celana Dalam Saat Shalat

0
185

BincangSyariah.Com – Ketika kita melaksanakan shalat, adakalanya kita memakai celana dalam, dan adakalanya juga terkadang tidak memakai celana dalam. Sebenarnya, bagaimana hukum tidak memakai celana dalam saat kita sedang shalat?

Jika kita melaksanakan shalat dan kita tidak memakai celana dalam, maka shalat kita tetap dihukumi sah. Selama aurat tertutup dengan baik melalui pakaian luar yang kita pakai, maka shalat kita dinilai sah meskipun kita tidak memakai celan dalam.

Hanya saja, selain pakaian luar seperti sarung dan mukena, para ulama menganjurkan untuk menggunakan celana panjang, atau celana pendek, atau celana dalam saat kita melaksanakan shalat. Ini dimaksudkan agar pakaian yang kita pakai lebih sempurna dalam menutupi aurat.

Selain itu, dalam sebuah hadis disebutkan bahwa bumi memaafkan orang yang menggunakan semacam celana panjang atau celana dalam saat dia melaksanakan shalat. Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Kasyifatus Saja berikut;

ويسن أن يلبس أحسن ثيابه ويحافظ مع ذلك على ما يتجمل به عادة ولو أكثر من اثنين ويتسرول. روي عن مالكبن عتاهية أن النبي صلى الله عليه وسلّم قال: إن الأرض تستغفر للمصلي بالسراويل وأولى الستر القميص مع السراويل ثم القميص مع الإزار ثم الرداء

Seseorang disunnahkan mengenakan pakaian yang baik (saat shalat) dan pakaian yang rapi menurut kebiasaan meskipun pakaian itu lebih dari dua, dan kemudian mengenakan celana dalam. Diriwayatkan dari Malik bin Atahiyah bahwa Nabi Saw bersabda; Sesungguhnya bumi memohonkan ampun untuk orang yang shalat yang menggunakan celana dalam. Dan sebaik-baik penutup aurat adalah baju gamis beserta celana dalam, kemudian gamis, sarung dan selendang.

Dalam sebuah hadis juga disebutkan bahwa mengenakan celana dalam saat melaksanakan shalat sangat dianjurkan. Hadis dimaksud diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dari Abu Hurairah, dia berkata;

قَامَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَأَلَهُ عَنْ الصَّلَاةِ فِي الثَّوْبِ الْوَاحِدِ فَقَالَ أَوَكُلُّكُمْ يَجِدُ ثَوْبَيْنِ ثُمَّ سَأَلَ رَجُلٌ عُمَرَ فَقَالَ إِذَا وَسَّعَ اللَّهُ فَأَوْسِعُوا جَمَعَ رَجُلٌ عَلَيْهِ ثِيَابَهُ صَلَّى رَجُلٌ فِي إِزَارٍ وَرِدَاءٍ فِي إِزَارٍ وَقَمِيصٍ فِي إِزَارٍ وَقَبَاءٍ فِي سَرَاوِيلَ وَرِدَاءٍ فِي سَرَاوِيلَ وَقَمِيصٍ فِي سَرَاوِيلَ وَقَبَاءٍ فِي تُبَّانٍ وَقَبَاءٍ فِي تُبَّانٍ وَقَمِيصٍ قَالَ وَأَحْسِبُهُ قَالَ فِي تُبَّانٍ وَرِدَاءٍ

Seorang laki-laki datang dan bertanya kepada Rasulullah Saw tentang shalat dengan menggunakan satu lembar baju. Maka Rasulullah Saw pun bersabda; Apakah setiap kalian memiliki dua helai baju? Kemudian ada seseorang bertanya kepada Umar, lalu ia menjawab; Jika Allah memberi kelapangan (kemudahan), maka pergunakanlah.

Bila seseorang memiliki banyak pakaian, maka dia shalat dengan pakaiannya itu. Ada yang shalat dengan menggunakan kain dan selendang, ada yang mengenakan kain dan gamis, ada yang memakai kain dan baju, ada yang memakai celana panjang dan selendang, ada yang mengenakan celana panjang dan gamis, ada yang mengenakan celana panjang dan baju, ada yang memakai celana pendek dan selendang, ada yang memakai celana pendek dan gamis. Abu Hurairah berkata; Menurutku Umar mengatakan; Dan ada yang memakai celana pendek dan selendang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here