Hukum Tawaf Memakai Sandal

0
5

BincangSyariah.Com – Sebagaimana diketahui bahwa tawaf atau mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran merupakan salah satu rukun ibadah haji dan umrah. Ibadah haji dan umrah dinilai tidak sah tanpa melakukan tawaf ini. Dalam pelaksanaannya, tawaf dianjurkan untuk dilakukan dengan berjalan kaki, dan sebagian memakai sandal. Bagaimana hukum tawaf dengan memakai sandal?

Menurut ulama Syafiiyah, memakai sandal pada saat melakukan ihram, di antaranya tawaf, hukumnya diperbolehkan dengan syarat sandal tersebut tidak menutupi tumit atau menutupi jari-jari kaki. Jika sandal tersebut sampai menutupi tumit atau menutupi jari-jari kaki, maka hukumnya tidak boleh, kecuali dalam keadaan terpaksa karena tidak menemukan sandal yang lain.

Dengan demikian, jenis sandal yang boleh dipakai saat tawaf adalah jenis sandal yang terbuka, seperti sandal jepit, dan lainnya. Adapun jenis sandal yang menutupi kaki, seperti sepatu, dan lainnya, maka hukumnya tidak boleh kecuali dalam keadaan terpaksa karena tidak menemukan sandal jepit atau sandal terbuka lainnya.

Ini sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Abu Bakar Syatha dalam kitab I’anatut Thalibin berikut;

والحاصل ما ظهر منه العقب ورؤوس الأصابع يحل مطلقا. وما ستر الأصابع فقط، أو العقب فقط: لا يحل إلا مع فقد النعلين

Kesimpulannya, sandal yang tumit dan jari-jari kaki masih tetap tampak, hukumnya boleh dipakai secara mutlak. Adapun sandal yang menutupi jari-jari kaki saja, atau menutupi tumit saja, maka hukumnya tidak boleh dipakai kecuali karena tidak ada sandal lain.

Dalam kitab Irsyadul Muhtadin fi Idhahi Ba’dhil Masail min Furu’iddin disebutkan sebagai berikut;

ويلبس المحرم نعلين يظهر منها رؤوس الاصابع والعقب والحاصل ما ظهر منه العقب ورؤوس الأصابع يحل مطلقا. وما ستر الأصابع فقط، أو العقب فقط: لا يحل إلا مع فقد النعلين لا يحل ما يغطي الاصابع ولو بعضها

Orang yang sedang ihram boleh memakai sandal yang masih menampakkan jari-jari kaki dan tumit. Kesimpulannya, sandal yang tumit dan jari-jari kaki masih tetap tampak, hukumnya boleh dipakai secara mutlak. Adapun sandal yang menutupi jari-jari kaki saja, atau menutupi tumit saja, maka hukumnya tidak boleh dipakai kecuali karena tidak ada sandal lain. Tidak boleh memakai sandal yang menutupi jari-jari kaki, meskipun hanya sebagian jari-jari kaki saja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here