Hukum Shalat Sunnah Setelah Selesai Mandi Wajib

0
18

BincangSyariah.Com – Melakukan shalat sunnah dua rakaat setelah kita melakukan wudhu hukumnya adalah sunnah. Shalat sunnah ini dalam kitab-kitab fiqih disebut dengan shalat sunnah wudhu. Namun bagaimana hukum shalat sunnah setelah selesai mandi wajib, seperti mandi junub atau haid, apakah disunnahkan untuk melakukan shalat sunnah dua rakaat?

Menurut para ulama, melakukan shalat sunnah setelah melakukan mandi wajib hukumnya adalah sunnah, sebagaimana shalat sunnah setelah wudhu. Shalat sunnah setelah mandi wajib ini disebut dengan shalat sunnatil ghusli, dan jumlah rakaatnya sebanyak dua rakaat sama seperti shalat sunnah setelah wudhu.

Oleh karena itu, jika seseorang mandi wajib, baik dari junub, haid atau nifas, maka setelah mandi wajib itu disunnahkan baginya melakukan shalat sunnah dua rakaat. Ini sebagaimana disebutkan dalam Darul Ifta’ Al-Mishriyah berikut;

السؤال :هل صلاة ركعتين بعد الغُسل من الحدث الأكبر تعد بدعة؟

الجواب:يُسن لمن اغتسل من الحدث الأكبر كجنابة وحيض ونفاس أن يصلي ركعتين بعد الغُسل قياساً على صلاة ركعتين بعد الوضوء؛ لقول رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لِبِلاَلٍ عِنْدَ صَلاَةِ الْغَدَاةِ: (يَا بِلاَلُ حَدِّثْنِي بِأَرْجَى عَمَلٍ عَمِلْتَهُ عِنْدَكَ فِي الإِسْلاَمِ مَنْفَعَةً فَإِنِّي سَمِعْتُ اللَّيْلَةَ خَشْفَ نَعْلَيْكَ بَيْنَ يَدَي فِي الْجَنَّةِ) قَالَ بِلاَلٌ: مَا عَمِلْتُ عَمَلاً فِي الإِسْلاَمِ أَرْجَى عِنْدِي مَنْفَعَةً مِنْ أَنِّى لاَ أَتَطَهَّرُ طُهُورًا تَامًّا فِي سَاعَةٍ مِنْ لَيْلٍ وَلاَ نَهَارٍ إِلاَّ صَلَّيْتُ بِذَلِكَ الطُّهُورِ مَا كَتَبَ اللَّهُ لِي أَنْ أُصَلِّىَ. رواه البخاري.

جاء في عمدة القاري شرح صحيح البخاري: لم أتطهر طهوراً، أي: لم أتوضأ وضوءً، وهو يتناول الغُسل أيضاً

Pertanyaan: Apakah shalat dua rakaat setelah mandi dari hadas besar termasuk bid’ah?

Jawaban: Disunnahkan bagi orang yang mandi dari hadas besar, seperti junub, haid dan nifas, untuk melakukan shalat dua rakaat setelah mandi karena diqiyaskan terhadap shalat sunnah dua rakaat setelah wudhu. Ini berdasarkan sabda Nabi Saw pada bilal ketika shalat Shubuh: Wahai Bilal, sampaikanlah kepadaku amal shalih yang kamu kerjakan dan paling diharapkan manfaatnya dalam Islam, karena sesungguhnya tadi malam aku mendengar suara sandalmu (langkah kakimu) di depanku di dalam Surga. Maka Bilal berkata: Tidaklah aku mengamalkan satu amal shalih dalam Islam yang paling aku harapkan manfaatnya lebih dari amalan ini, yaitu aku tidak berwudhu dengan sempurna pada waktu malam atau siang, kecuali aku mengerjakan shalat dengan wudhu itu sesuai dengan apa yang ditetapkan Allah bagiku untuk aku kerjakan.

Disebutkan dalam kitab ‘Umdatul Qari Syarh Shahih Al-Bukhari: Aku tidak bersuci dengan sempurna, artinya aku tidak berwudhu dengan sempurna. Bersuci itu juga mencakup mandi.

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here