Hukum Shalat Memakai Kacamata

1
686

BincangSyariah.Com – Ketika kita melaksanakan shalat di masjid, kita sering menjumpai seseorang yang melaksanakan shalat dengan memakai kacamata. Sebenarnya, bagaimana hukum shalat memakai kacamata? Apakah ada penjelasannya menurut hukum Islam?

Memakai kacamata saat melakasanakan shalat hukumnya boleh, tidak masalah. Kita boleh memakai benda apapun saat shalat, termasuk kacamata. Selama kacamata tersebut suci dan tidak menghalangi dahi menempel di tanah, maka tidak masalah memakai kacamata saat shalat dan shalat tetap dinilai sah.

Adapun jika kacamata menghalangi dahi menempel di tanah ketika sujud, maka tidak boleh memakai kacamata. Yang dimaksud dahi disini adalah bagian wajah yang terletak antara dua pelipis, dan di antara tempat tumbuhnya rambut kepala sampai kedua alis mata.

Hal ini karena dahi termasuk bagian anggota sujud yang harus ditempelkan ke tanah. Jika dahi tidak menempel dengan sempurna ke tanah karena kacamata atau benda lainnya, maka hukum shalat tidak sah. Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas, dia berkata;

أُمِرْتُ أَنْ أَسْجُدَ عَلَى سَبْعَةِ أَعْظُمٍ عَلَى الجَبْهَةِ، وَأَشَارَ بِيَدِهِ عَلَى أَنْفِهِ وَاليَدَيْنِ وَالرُّكْبَتَيْنِ، وَأَطْرَافِ القَدَمَيْنِ

Aku diperintahkan untuk bersujud dengan bertumpu pada tujuh anggota badan: dahi dan beliau berisyarat dengan menyentuhkan tangan ke hidung beliau, dua telapak tangan, dua lutut, dan ujung-ujung dua kaki.

Adapun jika kacamata hanya menghalangi hidung menempel ke tanah, bukan dahi, maka hal itu tidak masalah. Menurut ulama Syafiiyah, menempelkan hidung ke tanah saat sujud hukumnya sunnah, tidak wajib. Karena itu, jika kacamata menghalangi hidung menempel ke tanah saat sujud, maka shalatnya tetap dihukumi sah karena hidung tidak termasuk bagian yang wajib ditempelkan, sebagaimana dahi, kedua tangan, kedua lutut dan ujung jari-jari kaki.

Baca Juga :  Ada Empat Keringanan Bagi Orang Sakit Saat Ingin Melaksanakan Shalat

Ini sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Zainuddin Al-Malibari dalam kitab Fathul Mu’in berikut;

ويسن في السجود وضع انف بل يتأكد لخبر صحيح

Dan disunnahkan di dalam sujud menempelkan hidung, bahkan hal itu sangat dianjurkan berdasarkan hadis shahih.

Menurut ulama Syafiiyah, tidak menempelkan hidung saat sujud hanya makruh, tidak membatalkan shalat. Ini sebagaimana ditegaskan oleh Syaikh Zainuddin Al-Malibari dalam kitab Fathul Mu’in berikut;

ويكره مخالفة الترتيب المذكور وعدم وضع الأنف

Dan dimakruhkan menyelesihi urutan tersebut (urutan ketika sujud) dan tidak meletakkan (menempelkan) hidung. 

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here