Hukum Shalat Ghaib pada Jenazah Satu Kampung

0
1010

BincangSyariah.Com – Saat ini karena adanya pandemi corona, ketika ada tetangga kita atau kerabat kita meninggal, kita tidak bisa melaksanakan shalat jenazah secara langsung. Kita hanya bisa melakukan shalat ghaib atas jenazah tersebut, meskipun jaraknya sangat dekat atau masih dalam satu kampung atau satu wilayah. Bagaimana hukum melaksanakan shalat ghaib pada jenazah yang masih satu kampung, apakah boleh? (Baca: Nabi Melakukan Shalat Ghaib Atas Empat Orang Ini)

Para ulama berbeda pendapat terkait kebolehan melaksanakan shalat ghaib atas jenazah yang masih satu kampung atau satu wilayah. Menurut sebagian ulama, tidak boleh melakukan shalat ghaib atas jenazah yang masih satu kampung atau satu wilayah meskipun ada udzur, misalnya sakit atau lainnya. Hal ini karena Nabi Saw tidak pernah melakukan shalat ghaib atas jenazah yang jaraknya dekat atau masih berada dalam satu kampung atau satu wilayah.

Sementara menurut sebagian ulama yang lain, jika ada udzur dan tidak mungkin menghadiri jenazah tersebut, maka boleh melakukan shalat ghaib atas jenazah yang jaraknya dekat atau masih dalam satu kampung. Jika ada udzur, maka sah melakukan shalat ghaib atas jenazah tersebut.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin berikut;

وَلاَ يُصَلَّى عَلَى حَاضِرٍ فِي الْبَلَدِ وَإِنْ عُذِرَ بِنَحْوِ حَبْسٍ أَوْ مَرَضٍ اهـ لَكِنْ فِي اْلإِمْدَادِ وَالنِّهَايَةِ أَنَّهَا تَصِحُّ إِنْ شَقَّ عَلَيْهِ الْحُضُوْرُ

Seseorang tidak boleh melakukan shalat ghaib atas jenazah yang berada dalam satu kampung, meskipun ada udzur, misalnya karena dia dipenjara atau karena sakit. Akan tetapi disebutkan dalam kitab Al-Imdad dan Al-Nihayah, bahwa boleh dan sah baginya shalat ghaib jika dia tidak mungkin bisa hadir.

Baca Juga :  Hukum Tidak Membaca Tasbih Saat Rukuk

Dari dua pendapat ini, menurut Imam Ramli, pendapat kedua lebih pantas untuk diikuti. Karena yang menjadi ukuran bukan jenazah masih satu kampung atau tidak, melainkan karena kesulitan menghadirinya atau tidak. Jika sulit menghadiri jenazah, meskipun masih satu kampung, maka boleh shalat ghaib. Jika tidak sulit menghadirinya, maka tidak sah meskipun jenazah bukan satu kampung.

Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Abu Bakar Syatha dalam kitab I’anatut Thalibin berikut;

المتجه أن المعتبر المشقة وعدمها فحيث شق الحضور ولو في البلد لكبرها ونحو صحت وحيث لا ولو خارج السور لم تصح

Yang kuat untuk menjadi ukuran adalah kesulitan menghadiri jenazah atau tidak. Jika kesulitan menghadirinya, meskipun satu kampung karena kampungnya luas atau sebab lainnya, maka shalat ghaib sah. Jika tidak sulit, meskipun di luar kampung, maka tidak sah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here