Hukum Shalat dengan Memakai Celana Robek di Lutut, Apakah Shalat Sah?

0
33

BincangSyariah.Com – Di perkotaan, banyak dijumpai para pemuda yang melaksanakan shalat dengan memakai celana robek. Kebanyakan yang robek adalah celana bagian lututnya. Sebenarnya, bagaimana hukum melaksanakan shalat dengan memakai celana robek di bagian lutut, apakah shalat sah? (Baca: Doa Ketika Memakai Celana)

Menurut kebanyakan para ulama, aurat laki-laki, baik di dalam shalat maupun di luar shalat adalah bagian tubuh antara lutut dan pusar, dan lutut dan pusar bukan bagian dari aurat. Karena itu, jika lutut terbuka saat melaksanakan shalat, maka shalat tetap dihukumi sah karena lutut bukan bagian aurat yang wajib ditutupi saat melaksanakan shalat.

Ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ berikut;

أما حكم المسألة ففى عورة الرجل خمسة أوجه الصحيح المنصوص انها ما بين السرة والركبة وليست السرة والركبة من العورة قال الشيخ أبو حامد نص الشافعي علي أن عورة الحر والعبد ما بين سرته وركبته وأن السرة والركبة ليسا عورة في الام والاملاء

Adapun hukum masalah aurat laki-laki terdapat lima pendapat. Pendapat yang shahih adalah bahwa aurat laki-laki antara pusar dan lutut, dan pusar dan lutut tidak termasuk bagian dari aurat. Syaikh Abu Hamid berkata; ‘Imam Syafii menegaskan bahwa aurat laki-laki merdeka dan budak adalah antara pusar dan lutut dan pusar dan lutut bukan bagian dari aurat dalam kitab Al-Umm dan Imla’.

Menurut ulama Syafiiyah, membuka lutut bagi laki-laki saat melaksanakan shalat adalah makruh, tidak haram dan tidak membatalkan shalat. Karena itu, membuka lutut, baik karena celana robek di bagian lutut atau lainnya, hukumnya adalah boleh dan shalat tetap dinilai sah, meskipun hal itu dimakruhkan oleh para ulama.

Baca Juga :  Ini Waktu Pelaksanaan Shalat Istisqa

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Hasyiatusy Syarqawi berikut;

و ثامنها سجود للأمر به في الكتاب والخبر السابق بوضع الجبهة مكشوفة و وضع اليدين والركبتين و أطراف القدمين ولو مستورة..و يسن كشف اليدين والرجلين و يكره كشف الركبتين.

Kedelapan adalah sujud karena ada perintah melakukannya di dalam Al-Quran dan hadis di depan. (Sujud) dilakukan dengan meletakkan kening dalam keadaan terbuka, dan meletakkan kedua tangan, kedua lutut dan ujung kedua kaki meskipun dalam keadaan tertutup..Dan disunahkan membuka kedua telapak tangan dan kedua kaki, dan dimakruhkan membuka kedua lutut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here