Hukum Sengaja Membatalkan Shalat Jenazah ?

0
4

BincangSyariah.Com – Sudah maklum bahwa kita tidak boleh membatalkan shalat wajib yang sedang kita kerjakan. Jika kita sengaja membatalkan shalat wajib tanpa ada uzur yang dibenarkan oleh syariat, maka hukumnya adalah haram. Namun bagaimana dengan shalat jenazah, apakah kita boleh membatalkannya?

Para ulama sepakat bahwa jika kita sedang mengerjakan perkara wajib, seperti shalat wajib, kita tidak boleh dengan sengaja membatalkannya tanpa ada uzur yang dibenarkan oleh syariat. Sengaja membatalkan shalat wajib hukumnya adalah haram. Ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Al-Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ berikut;

إذَا دَخَلَ فِي صَلَاةٍ مَفْرُوضَةٍ فِي أَوَّلِ وَقْتِهَا حَرُمَ عَلَيْهِ قَطْعُهَا مِنْ غَيْرِ عُذْرٍ وَإِنْ كَانَ الْوَقْتُ وَاسِعًا

“Jika seseorang berada dalam posisi sedang shalat di awal waktunya, maka haram bagi dirinya membatalkan shalat tersebut dengan sengaja tanpa uzur syar’i, meskipun waktu kesempatan untuk melaksanakannya masih banyak.”

Adapun mengenai shalat jenazah, para ulama berbeda pendapat mengenai masalah ini. Menurut kebanyakan ulama, dan ini merupakan pendapat yang paling shahih, shalat jenazah tidak boleh sengaja dibatalkan. Ia wajib disempurnakan hingga selesai sebagaimana shalat wajib lima waktu.

Oleh karena itu, jika kita sudah memulai shalat jenazah, maka kita wajib menyempurnakannya hingga selesai. Kita tidak boleh dengan sengaja membatalkan shalat jenazah tanpa ada uzur yang dibenarkan oleh syariat, sebagaimana kita tidak boleh dengan sengaja membatalkan shalat wajib. Sengaja membatalkan shalat jenazah hukumnya adalah haram.

Sementara menurut sebagian ulama, shalat jenazah tidak wajib disempurnakan. Ia boleh dibatalkan meskipun tidak ada uzur yang dibenarkan oleh syariat. Hal ini karena shalat jenazah tidak wajib bagi orang tertentu, melainkan wajib bagi semua orang. Jika ada satu orang yang mengerjakan, maka kewajiban shalat jenazah telah gugur. Karena itu, shalat jenazah tidak wajib disempurnakan sebagaimana wajib menyempurnakan shalat wajib lima waktu.

Baca Juga :  Apakah Shalat Ghaib Bisa Menggugurkan Kewajiban Melaksanakan Shalat Jenazah?

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Jam’u al-Jawaami’ berikut;

ويتعين فرض الكفاية بالشروع فيه اي يصير بذلك فرض عين يعني مثله في وجوب الاتمام على الاصح بجامع الفرضية وقيل لا يجب اتمامه ..فيجب اتمام صلاة الجنازة في الاصح

Fardhu kifayah bisa menjadi fardhu ‘ain dengan memulai mengerjakannya, artinya fardhu kifayah sama hukumnya dengan fardhu ‘ain dalam wajibnya disempurnakan ketika sudah dikerjakan, menurut pendapat yang lebih shahih karena keduanya sama-sama berupa kewajiban. Dikatakan bahwa fardhu kifayah tidak wajib disempurnakan..Oleh karena itu, maka wajib menyempurnakan shalat jenazah menurut pendapat yang paling shahih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here