Hukum Salat Tahajud Berjemaah

1
800

BincangSyariah.Com – Salat Tahajud adalah salat sunah yang dilakukan pada malam hari setelah tidur. Umumnya salat tahajud ini dilakukan sendirian, baik di rumah-rumah maupun di masjid. Jarang kita jumpai salat tahajud ini dilakukakan secara berjemaah kecuali di akhir bulan Ramadan. Sebenarnya, bagaimana hukum salat tahajud secara berjemaah?

Habib Abdurrahman menyebutkan dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin bahwa secara umum salat sunah dibagi dua. Pertama, salat sunah yang dianjurkan berjemaah. Kedua, salat sunah yang tidak dianjurkan berjemaah, atau dianjurkan untuk dilakukan sendirian. Menurut beliau, salat sunah yang dianjurkan berjemaah ada enam, yaitu salat sunah Idul Fitri dan Idul Adha, salat sunah gerhana bulan dan matahari, istisqa’ dan tarawih di bulan Ramadan. Adapun selain enam salat sunah ini, maka hendaknya dilakukan sendirian tanpa berjemaah.

قال أصحابنا تطوع الصلاة ضربان (ضرب) تسن فيه الجماعة وهو العيد والكسوف والاستسقاء وكذا التراويح علي الاصح (وضرب) لا تسن له الجماعة لكن لو فعل جماعة صح وهو ما سوى ذلك

“Ulama Syafiiyah berkata, ‘Salat sunah dibagi dua. Bagian pertama, salat sunah yang disunahkan berjemaah, yaitu salat Idul Fitri dan Idul Adha, salat gerhana bulan dan matahari, istisqa’ dan tarawih menurut pendapat yang paling sahih. Bagian kedua, salat sunah yang tidak disunahkan berjemaah akan tetapi jika dilakukan berjemaah, maka dinilai sah, yaitu salat sunah selain di atas.”

Dari penjelasan ini, dapat diketahui bahwa selain enam salat sunah di atas, maka tidak dianjurkan berjemaah, termasuk salat sunah tahajud dan salat sunah malam lainnya. Jika dilakukan secara berjemaah, maka tidak akan mendapatkan pahala berjemaah meskipun salatnya dihukumi sah. Habib Abdurrahman berkata;

تباح الجماعة في نحو الوتر والتسبيح فلا كراهة في ذلك ولا ثواب

Baca Juga :  Agar Selamat dari Azab Kubur, Harus Membaca Surat Al-Mulk Berapa Kali?

“Dibolehkan berjemaah dalam seumpama salat witir dan tasbih, tidak ada kemakruhan dan tidak pula mendapatkan pahala.”

Bahkan dalam kondisi tertentu, melaksanakan salat tahajud secara berjemaah bisa menjadi haram dan harus dihindari dan dicegah. Misalnya, pelaksanaan salat sunah tahajud secara berjemaah tersebut akan menimbulkan keresahan, menyakiti orang lain, atau menimbulkan kesan di tengah umat bahwa salat tahajud disyariatkan secara berjemaah. Dalam kondisi demikian, salat tahajud secara berjemaah menjadi haram, meskipun bertujuan untuk mendorong orang lain agar rajin melakukan salat sunah tahajud. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Habib Abdurrahman dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin berikut;

نعم إن قصد تعليم المصلين وتحريضهم كان له ثواب ، وأي ثواب بالنية الحسنة… هذا إذا لم يقترن بذلك محذور ، كنحو إيذاء أو اعتقاد العامة مشروعية الجماعة وإلا فلا ثواب بل يحرم ويمنع منها.

“Iya, jika bertujuan mengajari orang yang salat (agar gemar salat sunah) dan mendorong mereka, maka salat sunah secara berjemaah mendapat pahala karena niat baiknya…Hal tersebut jika tidak menimbulkan perkara yang dilarang sebab adanya salat sunah berjemaah tersebut, seperti menyakiti atau menimbulkan kesan di tengah umat bahwa salat sunah disyariatkan berjemaah. Jika demikian, maka salat sunah secara berjemaah tidak mendapatkan pahala, bahkan bisa haram dan harus dicegah.”

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here