Hukum Salat Memakai Sandal

0
884

BincangSyariah.Com – Pada dasarnya, tidak ada anjuran maupun larangan mengenai pemakaian sandal saat melaksanakan salat. Hukum salat memakai sandal termasuk perkara yang mubah, tidak disunahkan maupun dimakruhkan.

Memang terdapat sebuah hadis yang mengisahkan Nabi Saw. salat memakai sandal. Namun hadis tersebut hanya menunjukkan kebolehan saja, bukan kesunahan memakai sandal. Hadis dimaksud diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Said bin Yazid Alazdi, dia berkata;

سَأَلْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ: أَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي فِي نَعْلَيْهِ؟ قَالَ: نَعَمْ

“Saya bertanya kepada Anas bin Malik, ‘Pernahkah Nabi Saw. salat memakai alas kakinya?’ Anas bin Malik menjawab, ‘Ya’”.

Dalam kitab Fathul Bari Syarh Shahihul Bukhari, Imam Ibnu Hajar mencantumkan perkataan Ibnu Bathal terkait maksud hadis di atas. Pemakaian sandal di masa Nabi Saw. hanya bagian dari kemudahan pelaksanaan salat saja, bukan bagian dari hal-hal yang disunahkan.

Selain itu, jika memakai sandal saat salat, disyaratkan dan dipastikan harus suci dari najis. Jika terdapat najis yang menempel di sandal, maka tidak sah salat di atasnya.

قال بن بطال هو محمول على ما إذا لم يكن فيهما نجاسة ثم هي من الرخص كما قال بن دقيق العيد لا من المستحبات لأن ذلك لا يدخل في المعنى المطلوب من الصلاة

“Ibnu Bathal berkata, ‘Hadis ini dipahami jika kedua alas kaki tersebut tidak ada najisnya. Selain itu, pemakaian alas kaki merupakan rukhsah atau bentuk kemudahan pelaksanaan salat, bukan termasuk hal-hal yang disunnahkan. Demikian dinyatakan oleh Ibnu Daqiq Al’id. Karena pemakaian alas kaki tidak termasuk ke cakupan makna yang dianjurkan dari shalat.”

Pernyataan Ibnu Bathal di atas didukung oleh hadis riwayat Imam Abu Daud yang menyebutkan bahwa Nabi Saw. pernah salat ketika fathu Mekkah dengan meletakkan alas kakinya. Hadis dimaksud bersumber dari Abdullah bin Saib, dia berkata;

Baca Juga :  Apakah Berbohong Membatalkan Puasa?

رَأَيْتُ النَّبِيَّ يُصَلِّي يَوْمَ الْفَتْحِ وَوَضَعَ نَعْلَيْهِ عَنْ يَسَارِهِ

“Aku melihat Nabi Saw. sedang melaksanakan salat pada hari pembebasan kota Mekkah, sementara kedua sandalnya diletakkan di sisi kirinya.”

Dari hadis ini, diketahui bahwa memakai sandal bukan bagian dari hal-hal yang dianjurkan dalam salat. Memakai sandal termasuk perkara yang mubah saja, tidak disunahkan juga tidak dimakruhkan, selama tidak terkena najis atau mengotori tempat salat. Jika terkena atau mengotori tempat salat, maka tidak diperbolehkan memakai sandal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here