Hukum Salat Ghaib Untuk Jenazah yang Tenggelam

0
363

BincangSyariah.com – Saat ini terjadi banyak musibah yang mengakibatkan banyak korban meninggal. Mulai dari gempa, tsunami, pesawat jatuh ke laut dan lainnya. Tentu ini merupakan ketentuan Allah yang perlu diterima dengan ikhlas dan ridha oleh setiap keluarga yang ditinggalkan. Dari kejadian musibah tersebut, kadang ada jenazah yang ikut tenggelam di laut. Bagaimana hukum salat ghaib atas jenazah yang tenggelam tersebut?.

Secara umum, kondisi jenazah yang tenggelam dibagi tiga dan masing-masing mempunyai ketentuan sendiri dalam perawatannya.

Pertama, jenazah tersebut ditemukan dalam kondisi utuh. Jika demikian, maka jenazah tersebut wajib dirawat sebagaimana jenazah pada umumnya, mulai dari dimandikan, disalati, dikafani dan kemudian dikuburkan. Sebelum dimandikan, tidak boleh jenazah tersebut disalati, dikafani dan dikuburkan.

Kedua, jenazah tersebut tidak ditemukan. Jika demikian, maka jenazah tersebut hanya wajib disalati saja melalui salat ghaib.

Ketiga, hanya sebagian anggota tubuhnya saja yang ditemukan. Dalam kondisi seperti ini, menurut Imam Nawawi tetap wajib dimandikan, disalati, dikafani dan dikuburkan. Baik yang ditemukan sebagian kecil tubuhnya atau sebagian besarnya.

Sementara menurut Imam Abu Hanifah, tidak wajib disalati kecuali yang ditemukan adalah sebagian besar tubuhnya. Imam Nawawi berkata dalam kitab Almajmu sebagai berikut;

واتفقت نصوص الشافعي رحمه الله والأصحاب على أنه إذا وجد بعض من تيقنا موته غسل وصلي عليه ، وبه قال أحمد ، وقال أبو حنيفة رحمه الله : لا يصلى عليه إلا إذا وجد أكثر من نصفه ، وعندنا لا فرق بين القليل والكثير

“Teks-teks Imam Syafii dan ulama Syafiiyah sepakat bahwa jika ditemukan sebagian anggota orang yang kita telah yakin atas kematiannya, maka wajib dimandikan dan disalati atas anggota tubuh tersebut. Imam Ahmad juga berpendapat demikian. Imam Abu Hanifah berkata, ‘Tidak disalati kecuali yang ditemukan lebih dari separuh badan. Bagi kami, tidak ada perbedaan antara sedikit dan banyak.”

Dengan demikian, salat ghaib atas jenazah yang tenggelam dan tidak ditemukan dihukumi wajib. Namun jika ditemukan, baik ditemukan dalam kondisi utuh atau hanya sebagian tubuhnya saja, maka wajib dirawat sebagaimana jenazah pada umumnya. Jika sebelumnya sudah dilakukan salat ghaib atasnya, maka setelah ditemukan wajib disalati lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here