Hukum Salat dengan Pakaian Terkena Darah Nyamuk

0
3954

BincangSyariah.Com – Najis kerap menjadi perbincangan dalam masalah bersuci, karena najis berkaitan dengan ketidaksahan salat. Salat sambil memakai pakaian yang ada najisnya itu tidak sah. Namun bagaimana bila sedang salat, kemudian kita menepuk nyamuk yang berdarah dan mengenai pakaian kita?

Mengenai hal ini Imam al-Nawawi memfatwakan dalam syarah al-Muhadzab sebagai berikut:

ولو اخذا قملة او برغوثا وقتله في ثوبه او جلده او بين اصابعيه فتلوثت به قال المتولي ان كان كثير ذالك لم يعف عنه وان كان قليلا فوجهان اصحهما يعف عنه

Apabila seseorang membunuh kutu atau nyamuk di baju, kulit, atau sela-sela jarinya, kemudian darah tersebut mengotorinya, maka menurut imam al-Mutawalli hukumnya terperinci : apabila darahnya banyak maka hukumnya najis, dan apabila darah tersebut sedikit para ulama masih berselisih, akan tetapi menurut pendapat yang kuat hukumnya dimaafkan.”

Jadi hukum salat menggunakan pakaian yang terkena darah nyamuk maupun kutu itu ada dua pendapat, ada yang mengatakan sah dan ada yang mengatakan tidak sah. Akan tetapi, kebanyakan ulama berpendapat sah dengan catatan darahnya sedikit.

Adapun ukuran banyak atau sedikitnya para ulama tidak ada yang memastikannya, melainkan hanya menggunakan ‘urf atau diserahkan sepenuhnya terhadap penilaian  masyarakat.

Terlepas dari itu, bangkai dari nyamuk ataupun kutu yang terbunuh hukumnya tetap najis, sehingga apabila kita salat dan membawa bangkai tersebut, maka salat kita tidak akan sah, sebagaimana disebutkan oleh syekh Zainuddin al-Malaibari dalam karyanya Fathul mu’in

و يعفي عن دم نحو برغوث مما لا نفسا له سائلة كبعوض و قمل لا عن جلده

“Dimaafkan darah dari kutu, yaitu hewan-hewan yang tidak ada darah yang mengalir, seperti nyamuk dan kutu, (tapi tidak dimaafkan) pada kulitnya”.

Dengan demikian, penulis menyimpulkan bahwa bangkai nyamuk atau bangkai hewan lainnya itu tidak dimaafkan saat terbawa atau tertempel pada pakaian. Wallahu a’lam.

 

Baca Juga :  Wudhu dengan Memasukkan Tangan ke Gayung, Apakah Air jadi Mustamal?

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here