Hukum Puasanya Orang yang Mengeluarkan Darah

0
369

BincangSyariah.Com – Salah satu cara tes/cek kesehatan adalah dengan mengeluarkan darah dari tubuh, seperti ingin mengecek kadar gula, asam urat, dan kolesterol. Atau mengeluarkan darah itu dalam rangka pengobatan, seperti bekam. Atau memang ingin mendonorkan darahnya. Lalu, bagaimana hukum puasanya orang yang mengeluarkan darah tersebut?

Keluarnya darah saat puasa adalah tidak membatalkan puasa, seperti bekam saat puasa. Mayoritas ulama fiqih berpendapat bahwa bekam tidak dapat membatalkan puasa, karena hal yang dapat membatalkan puasa adalah jika adanya sesuatu yang masuk ke dalam tubuh (melalui lubang-lubang yang terbuka), bukan adanya sesuatu yang dikeluarkan dari dalam tubuh. Begitu pula dengan keluarnya darah (disebabkan selain karena bekam) juga tidak membatalkan puasa karena tidak adanya sesuatu yang masuk dari lubang yang terbuka, baik terbuka secara jelas atau tidak.

Terkait hal ini, imam An-Nawawi di dalam kitab Al-Majmu’ menjelaskan sebagai berikut.

مَذْهَبنا أَنَّهُ لَا يُفْطِرُ بِهَا -أي الحجامة-؛ لا الحاجم ولا المحجوم، وَبِهِ قَالَ ابْنُ مَسْعُودٍ وَابْنُ عُمَرَ وَابْنُ عَبَّاسٍ وَأَنَسُ بْنُ مَالِكٍ وَأَبُو سَعِيدٍ الْخُدْرِيُّ وأم سلمة وسعيد بن المسيب وعروة ابن الزُّبَيْرِ وَالشَّعْبِيُّ وَالنَّخَعِيُّ وَمَالِكٌ وَالثَّوْرِيُّ وَأَبُو حَنِيفَةَ وَدَاوُد وَغَيْرُهُمْ، قَالَ صَاحِبُ “الْحَاوِي”: وَبِهِ قَالَ أَكْثَرُ الصَّحَابَةِ وَأَكْثَرُ الْفُقَهَاءِ

Mazhab kita berpendapat bahwa puasa itu tidak batal disebabkan karena melakukan bekam, baik bagi yang membekam maupun orang yang dibekam. Pendapat ini pun disampaikan oleh Ibnu Mas’ud r.a., Ibnu Umar r.a., Ibnu ‘Abbas r.a., Anas bin Malik r.a., Abu Sa’id Al-Khudri r.a., Ummu Salamah r.a., Said bin Al-Musayyib r.a., Urwah bin Zubair r.a., Asy-Sya’bi, An-Nakha’i, Ats-Tsauri, Abu Hanifah, Daud, dan ulama-ulama lainnya. Pengarang kitab Al-Hawi berkata, “Dan pendapat tersebut juga yang sebagaimana dikatakan oleh mayoritas sahabat dan ulama fiqih.”

Baca Juga :  Kapan Waktu Mandi Terbaik pada Hari Raya?

Dengan demikian, maka keluarnya darah atau mengeluarkan darah itu tidak dapat mempengaruhi keabsahan puasa, namun sebaiknya hal tersebut hendaknya dihindari agar orang yang berpuasa itu terhindar dari rasa lemas dan bahaya lainnya. Wa Allahu A’lam bis Shawab.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here