Hukum Puasa Patigeni, Apakah Boleh?

0
1223

BincangSyariah.Com – Di kalangan masyarakat muslim Indonesia, terdapat sebagian ritual atau tirakat puasa yang dikenal dengan sebutan puasa Patigeni. Puasa Patigeni merupakan puasa yang dilakukan oleh seseorang selama sehari semalam atau 1×24 jam. Dia berpuasa total selama sehari semalam, tanpa makan dan minum, di dalam ruangan tanpa cahaya dan api. Sebenarnya, bagaimana hukum puasa Pategeni dalam Islam, apakah boleh?

Dalam Islam, melakukan puasa selama sehari semalam atau 1×24 jam, hukumnya diperbolehkan. Tidak ada larangan dalam Islam untuk berpuasa sehari semalam, tanpa makan dan minum. Yang dilarang hanya puasa wishal, atau berpuasa selama dua hari dua malam atau 2×24 jam, tanpa makan dan minum.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Bukhari, dari Abu Sa’id Al-Khudri, bahwa dia pernah mendengar Nabi Saw bersabda;

لا تواصلوا فأيكم اراد ان يواصل فليواصل إلى السحر قالوا فانك تواصل يارسول الله قال إنى لست كهيأتكم اني ابيت لى مطعم يطعمنى وساق يسقيني

Janganlah kalian melakukan puasa wishal. Barangsiapa di antara kalian ingin melakukan wishal, maka lakukanlah hingga waktu sahur (sehari semalam). Para sahabat bertanya; Anda juga melakukan wishal, wahai Rasulullah? Rasul menjawab; Saya tidak sama dengan kalian. Di saat malam, ada yang memberi makan dan minum kepada saya.

Dengan demikian, berdasarkan hadis ini, selama di dalam puasa Pategeni tidak ada ritual yang bertentangan dengan syariat, maka puasa jenis ini tidak dilarang dalam Islam. Hal ini karena puasa ini hanya tidak makan dan minum dalam jangka waktu sehari semalam, sementara yang dilarang adalah jika berpuasa selama dua hari dua malam tanpa makan dan minum, atau lebih.

Dalam kitab Al-Majmu, Imam Nawawi menegaskan kebolehan berpuasa sehari semalam ini, atau di Indonesia disebut dengan puasa Patigeni. Beliau berkata sebagai berikut;

قال أصحابنا وحقيقة الوصال المنهي عنه أن يصوم يومين فصاعدا ولا يتناول في الليل شيئا لا ماء ولا مأكولا فان أكل شيئا يسيرا أو شرب فليس وصالا وكذا إن أخر الاكل الي السحر لمقصود صحيح أو غيره

Ulama kami (Syafiiyah) berkata; Hakikat puasa wishal yang dilarang adalah seseorang berpuasa selama dua hari atau lebih dan di waktu malam tidak makan sama sekali, baik air maupun makanan. Jika makan sesuatu atau minum meskipun sedikit, maka tidak disebut wishal. Begitu juga tidak disebut wishal (boleh) jika seseorang mengakhirkan makan hingga waktu sahur karena tujuan yang benar dan lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here